Penting! Asupan Gizi untuk Anak Harus Seimbang

Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan stunting dan meningkatkan risiko terkena penyakit bahkan kematian. Kondisi ini seharusnya bisa dihindari dengan memberikan asupan gizi seimbang.

pentingnya gizi anak
Anak-anak di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Kamal Muara, Jakarta Utara, usai menerima makanan dengan gizi seimbang dari ACT. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA UTARAAnak mengalami pertumbuhan fisik, kecerdasan, mental, dan emosional yang sangat cepat. Makanan yang mengandung unsur gizi, sangat diperlukan untuk proses tumbuh kembang. Dengan mengonsumsi makanan yang cukup gizi secara teratur, anak akan tumbuh sehat. 

Menurut Ahli Gizi Humanity Medical Services (HMS) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Harum Aulia, gizi yang tidak optimal akan berimbas pada kesehatan. Sejumlah penyakit yang berisiko dialami antara lain infeksi dan penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dan stroke), diabetes, anemia, imun lemah, serta kanker. Anak yang kekurangan gizi juga memiliki risiko kematian yang lebih besar.  Kondisi ini sering disebut sebagai wasting

Kekurangan gizi juga dapat membuat ukuran tubuh anak tidak berkembang optimal atau biasa disebut stunting. Tubuh anak biasanya lebih kecil dibandingkan ukuran seharusnya.

“Artinya tubuh kembang anak tidak maksimal. Umur terus bertambah, tetapi tumbuh kembang tubuhnya lambat dan tidak sesuai,” kata Harum dalam kegiatan penyuluhan Operasi Gizi Anak Indonesia di Tempat Pelelangan Ikan Kamal Muara, Jumat (5/6/20210). 

Harum melanjutkan, laporan UNICEF tentang Situasi Anak Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan, 29,9 persen anak di bawah usia 24 bulan mengalami bentuk-bentuk stunting. Angka ini lebih tinggi dari angka rata-rata kawasan sebesar 22 persen. Bahkan, riset lanjutan menemukan angka stunting mencapai 42 persen di beberapa wilayah. 

Kemudian angka kejadian wasting pada anak di Indonesia adalah keempat tertinggi di dunia, yaitu sekitar 2 juta anak. “Kasus  wasting lebih banyak ditemukan di wilayah pedesaan dan perkampungan yang kumuh,” jelasnya. 

Dalam mencegah terjadinya keadaan-keadaan tersebut, makanan dengan gizi seimbang wajib diberikan kepada anak. Komposisi makanan dengan gizi seimbanga antara lain karbohidrat seperti nasi, protein berupa daging, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu usahakan direbus atau digoreng dengan minyak sehat, terakhir perbanyak minum air putih dan susu UHT bagi anak-anak. 

“Yang disalahpahami masyarakat, sayur itu kuahnya padahal sayur itu bentuknya, bukan kuahnya. Selain makanan sehari-hari di rumah, asupan seperti jajanan anak-anak juga perlu diawasi,” kata Harum.[]