Penuhi Kebutuhan Hidup, Guru Honorer di Kabupaten Karimun jadi Petugas Kebersihan

Sejak pandemi Covid-19, gaji Asbi, guru honorer asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dipotong dan dibayar per tiga bulan sekali. Untuk memenuhi kebutuhan, Asbi bekerja sampingan menjadi petugas kebersihan.

guru honorer asbi
Asbi (kiri) bersama kedua anaknya saat berbincang dengan tim ACT Batam di rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, KARIMUN – Beban ekonomi Asbi, guru honorer satu sekolah di Kampung Baru, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, saat pandemi bertambah. Gaji yang ia terima setiap bulan dipotong. 

Asbi menceritakan, sebelum pandemi gaji yang diterima sebesar Rp800 ribu per bulan. Ia sudah mengabdi selama enam tahun. “Menurut informasi yang saya terima, ada refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Gaji guru, termasuk honorer. dipotong. Gaji juga dibayar per tiga bulan sekali,” ujar Asbi saat ditemui tim ACT Batam, Sabtu (13/11/2021).

Asbi pun mencari pemasukan sampingan dengan menjadi petugas pembersih sampah. “Alhamdulillah dibayar Rp600 ribu per bulan. Cukup untuk bayar kontrakan,” kata bapak tiga anak itu.

Meski menerima gaji yang pas-pasan, Asbi mengaku akan tetap menjadi guru. Sebab, bagi Asbi, menjadi guru berarti mengambil peran membentuk karakter penerus bangsa. Ia pun ingin terlibat membangun generasi bangsa yang lebih baik.[]