Penyakit Mulai Serang Warga Terdampak Banjir Palangkaraya

Di pengungsian, warga mulai banyak terserang berbagai penyakit kulit. Rata-rata mereka mengeluh gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Berbagai kebutuhan pun mendesak dipenuhi.

banjir palangkaraya
Banjir yang terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah membuat pengungsi mulai terserang penyakit. (ACTNews)

ACTNews, PALANGKARAYA – Penyintas banjir di Kota Palangkaraya mulai terserang berbagai penyakit, mulai dari penyakit kulit atau gatal-gatal, hingga infeksi saluran pernapasan akut. Hal ini disebabkan banjir yang terjadi selama dua pekan dan terus meluas ke berbagai wilayah.

Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palangkaraya Bakhtiar Hadi Negara mengatakan, banjir yang merendam wilayah Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekanraya, membuat warga terpaksa mengungsi. Akan tetapi, di pengungsian, warga mulai banyak terserang berbagai penyakit kulit. Mereka mengeluh gatal-gatal di sekitar pangkal paha, telapak kaki dan anggota tubuh lain.

"Iya benar di pengungsian para pengungsi sudah mulai terserang penyakit, mereka mengeluh gatal-gatal dan bahkan beberapa terkena diare," ujarnya, Rabu (17/11/2021). 

Tak hanya itu, kebutuhan dasar bagi pengungsi juga belum semua terpenuhi. Seperti air bersih, obat-obatan, hingga ketersediaan MCK belum memadai.

"Ketersediaan selimut, popok bayi, dan susu bayi pun masih kurang. Selain itu, mereka juga membutuhkan perlengkapan kebersihan dan obat-obatan,” jelas Bakhtiar.

Hingga Selasa (16/11/2021), Banjir yang melanda sebagian wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meluas hingga ke 20 kelurahan. Jumlah warga terdampak lebih dari 11 ribu jiwa, 3 ribu di antaranya telah mengungsi dan dievakuasi. Warga mengaku terpaksa mengungsi karena kedalaman air banjir semakin tinggi dan khawatir adanya hewan berbisa yang terbawa arus banjir ke permukiman warga.[]