Penyintas Banjir di Berau Masih Butuh Bantuan Pangan dan Air Bersih

Hingga saat ini warga kesulitan air bersih dan banyak membutuhkan bahan makanan. karena akses belum pulih, sehingga warga kesulitan menuju lokasi lain.

banjir di berau
ACT mendistribusikan bantuan paket pangan untuk penyintas banjir di Berau, Sabtu (22/5/2021). (ACTNews)

ACTNews, BERAU — Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Kamis (13/5/2021) membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah bantuan paket pangan pun disampaikan kepada warga terdampak di wilayah Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kampung Tumbit Melayu dipilih karena salah satu wilayah yang terdampak paling parah. 

“Ketinggian airnya saat banjir kemarin mencapai satu sampai dua meter. Akses menuju kampung juga masih sulit karena terendam lumpur. Bahkan di beberapa titik jalan yang geografisnya rendah, masih terendam,” ujar anggota Tanggap Darurat ACT Kaltim Dimas Bayu Prasetyo, Sabtu (22/5/2021). 

Diketahui akibat hujan deras dan luapan Sungai Kelay di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 15 desa di 4 kecamatan terendam banjir. Paling parah ketinggian air di kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur sekitar 1-2 meter. 

Menurut Bayu, hingga saat ini warga kesulitan air bersih dan banyak membutuhkan bahan makanan karena akses belum pulih, sehingga warga kesulitan menuju lokasi lain. “Meski air surut, tapi warga masih sulit air bersih dan sembako,” jelasnya.[]