Penyintas Banjir Kalsel Masih Menanti Uluran Tangan

Masuk Ramadan, kehidupan penyintas banjir Kalsel belum juga sepenuhnya pulih. Mereka masih tertatih dengan berbagai acara agar kehidupannya normal kembali.

1
Salah seorang warga penyintas bencana banjir di Desa Jejangkit Pasar, Kabupaten Barito Kuala, menunjukkan rumahnya yang sempat terdampak banjir. (ACTNews/Fikri)

ACTNews, BARITO KUALA Kendati bencana banjir di Kalimantan Selatan telah berlalu, nyatanya sebagian warga di Bumi Lambung Mangkurat masih belum dapat beraktivitas normal, termasuk ketika memasuki sepertiga pertama bulan suci Ramadan. Sisa bencana masih jelas terlihat. Perekonomian pun belum pulih, selain karena bencana, pandemi Covid-19 juga berdampak besar.

Hal ini cukup terasa di Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi desa ini pada Rabu (21/4/2021) sore, aktivitas warga di desa yang sempat tenar karena menjadi pusat kegiatan Hari Pangan Sedunia tahun 2018 silam, belum juga normal. Masih banyak warga yang belum dapat memenuhi kebutuhan.

Salah satu warga yang hingga kini masih turut merasakan dampak pascabencana ialah Aminah. Perempuan yang sempat dievakuasi ke rumah anaknya di Kecamatan Taban, kini sudah kembali ke kediamannya sendiri. Namun, ia masih bingung bagaimana caranya untuk bangkit seperti sedia kala. Hasil memancing di perairan tawar yang sekarang jadi andalan pemasukan uangnya.

Serupa Aminah yang kehidupannya belum pulih, Asikin, warga Desa Jejangkit Pasar lainnya pun merasakan hal yang sama. Ketika banjir Januari lalu, rumah petani ini terendam hingga lutut orang dewasa. Genangan air pun bertahan hingga dua bulan pascabanjir, atau surut baru-baru ini. “Banjir sangat dalam dan bertahan lama, bisa dilihat bekasnya di dinding rumah saya,” ungkap Asikin yang ketika bencana sempat mengungsi ke rumah mertua.

Selain merusak tempat tinggal, banjir juga berdampak besar pada perekonomian Asikin. Hingga kini, ia masih bingung bagaimana harus mengolah lahan sawah setelah sebegitu lamanya direndam air.

Melihat kondisi ini, warga terdampak banjir Kalsel masih membutuhkan bantuan. Terlebih bantuan pangan, karena sejak berakhirnya masa tanggap darurat, bantuan pun beriring berukurang.

“Kalsel belum pulih sepenuhnya. Uluran tangan kita sangatlah dinanti. Mari kita hadirkan yang terbaik, terlebih saat ini di momen bulan suci,” ajak Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

ACT sendiri hingga kini terus mendampingi penyintas banjir Kalsel dengan berbagai macam bantuan. Mulai dari pemenuhan pangan hingga pembangunan hunian nyaman. Ikhtiar ini pun tak lepas dari peran dermawan yang menyampaikan sedekah terbaiknya melalui ACT.[]