Penyintas Bencana Palu Mulai Huni Family Shelter ACT

Penyintas Bencana Palu Mulai Huni Family Shelter ACT

Penyintas Bencana Palu Mulai Huni Family Shelter ACT' photo

ACTNews, PALU - Tak hanya membangun Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS), Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mengiringi masa pemulihan Sulawesi Tengah dengan membangun Family Shelter. Jumat (14/12) lalu, pembangunan hunian keluarga ini dilakukan di Kelurahan Layana Indah, Kecamaan Mantikulore, Palu. Di tanah penduduk yang hancur akibat tsunami akhir September silam, 10 kepala keluarga kini sudah dapat mendiami hunian ini.

Koordinator Pembangunan Family Shelter Dede Abdul Rohman menjelaskan, Family Shelter ACT dibangun di tanah milik masing-masing penerima manfaat. Sedangkan ICS dibangun di atas tanah milih pemerintah atau pihak ketiga. “Di Kelurahan Layana Indah ini dibangun 10 hunian untuk 10 kepala keluarga,” jelasnya, Kamis (20/12).

Masing-masing hunian dibangun dengan ukuran 3x6 meter. Dilengkapi dengan dua kamar tidur, bangunan di tepi pantai tersebut bermodel panggung. Bahan yang digunakan merupakan papan tebal yang dapat bertahan lama. Diperkirakan bangunan dapat bertahan lebih dari lima tahun lamanya, bahkan lebih.

Untuk desain, Family Shelter yang dibangun di Palu memiliki perbedaan dengan yang dibangun di Lombok pascagempa Agustus silam. Di Palu, bagian depan bangunan menggunakan atap markis yang menjorok ke depan di bagian tengahnya. “Family Shelter di sini memang sedikit berbeda dengan di Lombok. Kalau di sini atap itu sebagai penutup emper (teras), bisa juga untuk keluarga berkumpul di sana,” tambah Dede.

Selain Family Shelter, ke depannya ACT juga berencana membangun empat kompleks Hunian Nyaman Terpadu lainnya. Untuk ICS, fasilitas lain juga dibangun seperti masjid, MCK, dan sekolah. Bahkan, di ICS yang berdiri di Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi juga tersedia ACT Humanity Store (AHS) yang menyuplai kebutuhan pangan korban terdampak bencana. ACT akan terus berupaya membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala untuk kembali bangkit pascabencana. []

Bagikan