Penyintas Gempa Halsel Tempati Hunian Baru

Sebanyak 22 keluarga di Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Maluku Utara menempati hunian nyaman keluarga. Relawan konstruksi ACT menyelesaikan hunian tersebut dalam tiga minggu.

Penyintas Gempa Halsel Tempati Hunian Baru' photo
Penerima bantuan Hunian Nyaman Keluarga di Desa Wayatim, Kecamatan bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan berada di depan salah satu hunian. Sebanyak 22 rumah dibangun Aksi Cepat Tanggap untuk para penyintas yang rumahnya hancur. (ACTNews/Dede Abdul Rochman)

ACTNews, HALMAHERA SELATAN – Empat bulan sudah penyintas gempa  di Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan, yang kehilangan rumah, bertahan di tenda atau pun rumah kerabat mereka. Kini, sejumlah keluarga itu dapat sedikit lega. Hunian Nyaman Keluarga (Family Shelter) Aksi Cepat Tanggap bersama Grab dan Tokopedia telah selesai dibangun.

Koordinator Pembangunan Family Shelter Dede Abdul Rochman mengatakan, total pengerjaan 22 hunian nyaman untuk keluarga memakan waktu tiga minggu dengan 10 tenaga konstruksi. Dede membawa langsung timnya dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Alhamdulillah, total pekerjaan selesai itu awal November lalu. Warga kini sudah memiliki tempat berteduh. Hunian sudah langsung dapat digunakan," kata Dede, Selasa (19/11).

Semua hunian itu berada di Desa Wayatim. Hunian diperuntukkan bagi keluarga-keluarga prioritas, seperti mereka yang sama sekali tidak memiliki rumah atau kerabat untuk bernaung.

Sebelumnya, tim harus melewati sejumlah jalur untuk mengangkut barang material hunian ke Desa Wayatim. "Melalui darat dengan kendaraan dari Kota Labuha, Pulau Bacan, menuju Desa Tomara, memakan waktu perjalanan 4 jam dengan melintasi 5 sungai tanpa ada jembatan. Kalau hujan, tidak bisa di seberangi,” jelas Dede.

Setelah sampai Desa Tomara, tim haris melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dengan waktu tempuh selama satu jam. Dengan menyewa kapal salah seorang nelayan di Desa Tomara, tim membawa bahan-bahan material tersebut sampai ke Desa Wayatim.

"Letak Desa Wayatim cukup jauh dari ibu kota kabupaten sehingga membuat pemulihan pascagempa di desa ini cukup sulit," jelas Dede. Berdasarkan data tim ACT, jumlah pengungsi di Desa Wayatim mencapai 62 kepala keluarga dan 60 rumah mengalami kerusakan parah.

Sekretaris Desa Wayatim Yasin Abdullah pun menyampaikan rasa terima kasih warga. Ia amat senang sebagian warganya kini memiliki tempat tinggal. (54) “Saya ucapkan terima kasih, kepada ACT, kepada Tokopedia dan Grab. Semoga  para dermawan selalu diberikan kesehatan,” ungkap Yasin. []

Bagikan