Penyintas Kebakaran Ogan Ilir Terima Operasi Pangan Murah

Para penyintas kebakaran di Desa Ibul Besar 3, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, masih dihadapkan pada kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, utamanya persoalan pangan.

Penyintas Kebakaran Ogan Ilir Terima Operasi Pangan Murah
Kondisi puluhan rumah warga yang terbakar di Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (10/7/2021). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN OGAN ILIR – Masih teringat jelas dalam diri Ainun Janah (49), seorang penyintas kebakaran dalam musibah yang meludeskan rumahnya pada Sabtu (10/7/2021) lalu. Kobaran api yang begitu dahsyat dalam sekejap membakar sebanyak 22 rumah di Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Musibah kebakaran ini mengakibatkan 24 kepala keluarga dan 80 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kini sudah empat bulan pascakebakaran, para penyintas masih dihadapkan pada kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, utamanya persoalan pangan.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Prabumulih pun menggelar Operasi Pangan Murah untuk meringankan beban ekonomi penyintas, Sabtu (13/11/2021). Melalui aksi ini, para penyintas dapat memperoleh bahan makanan berkualitas dengan harga 50 persen dari harga di pasaran.


Ainun Janah, seorang penyintas kebakaran yang menerima Operasi Pangan Murah di Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. (ACTNews)

“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur ada sembako murah ini. Kami tidak perlu bingung lagi atas sembako yang mahal di pasar. Para ibu senang sekali ada program ini, semoga ACT secara rutin mengadakan program seperti ini,” ungkap Ainun.

Adapun Tim Program ACT Prabumulih Henggar Panggalih menuturkan, kehadiran Operasi Pangan Murah kepada para penyintas kebakaran di Desa Ibul Besar 3 adalah bentuk kepedulian, solidaritas bersama, dan upaya pemulihan pascabencana. Terhitung sebanyak 29 kepala keluarga menerima Operasi Pangan Murah ini.

“Kami merasa bersyukur Operasi Pangan Murah ini bisa menjangkau para penyintas kebakaran. Mereka cerita ke kami kalau harga-harga pangan semakin mahal di pasar dan kesulitan membelinya, maka dari itu Operasi Pangan Murah ini adalah jawaban dan solusi untuk kebutuhan pangan mereka yang lebih baik,” ungkap Henggar.[]