Peran Besar Wakaf Membangun Bangsa

Potensi wakaf Indonesia sangat besar, per tahun nilainya bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Dana tersebut juga diprediksi mampu meningkatkan pembangunan bangsa ke arah yang jauh lebih baik.

Presiden ACT Ibnu Khajar sedang menunjukkan bibit padi unggul yang siap tanam di sawah Desa Jiyu, Kutorejo, Mojokerto. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, SURABAYA – Charities Aid Foundation pada tahun 2018 menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Posisi atas ini menempatkan Indonesia bersama negara-negara lain yang statusnya sudah menjadi negara maju. Hal ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang tinggi untuk berbagi ke sesama. Tak sedikit penduduk Nusantara ini aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Kedermawanan tersebut juga Aksi Cepat Tanggap (ACT) temukan dari waktu ke waktu. Presiden ACT Ibnu Khajar dalam kesempatan Waqf Business Forum Surabaya, Ahad (27/12/2020) lalu mengatakan, donasi yang tersalurkan melalui ACT tiap tahunnya mengalami kenaikan. Bahkan, tahun 2020 dengan adanya pandemi Covid-19 yang juga berpengaruh besar terhadap ekonomi, tak menyurutkan masyarakat untuk bersedekah terbaik.

Selain sedekah, wakaf masyarakat juga terhitung tinggi untuk disalurkan ke program-program produktif ACT melalui Global Wakaf. Seperti pada perhelatan WBF Surabaya lalu. Warga yang umumnya datang dari wilayah Jawa Timur secara aktif menyatakan komitmennya untuk berwakaf, baik uang maupun saham perusahaannya. Ketika ditanyakan kenapa ingin berwakaf, jawaban-jawaban sederhana keluar. “Saya ingin saja berwakaf. Sebelumnya saya telepon istri dan kata istri berikan yang terbaik, jangan setengah-setengah,” ungkap Heru Pamungkas, warga Malang selepas acara WBF Surabaya. Di hari itu, Heru mewakafkan seluruh bibit padi unggul miliknya senilai Rp30 juta untuk ditanam di lahan sawah produktif yang Global Wakaf-ACT kelola.

Di Indonesia sendiri, sedekah seakan menjadi hal lumrah. Begitu juga dengan wakaf. Sering kali kita temui fasilitas umum yang merupakan buah dari wakaf, yang paling populer ialah masjid atau musala, makam serta madrasah. Akan tetapi, itu menjadi bagian kecil saja dari manfaat wakaf yang dinikmati masyarakat. Lebih dari itu, jika wakaf dikelola dengan baik, manfaatnya bisa terus menerus, meluas dan bakal dinikmati oleh banyak orang.

Ketua Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh pada akhir Desember lalu mengatakan, potensi wakaf di Indonesia sangat lah besar. Nilainya bisa mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Maka tak heran, jika besarnya potensi ini seiring dengan kemunkinan besarnya manfaat yang bisa diterima oleh bangsa dan masyarakat. “Wakaf ini potensinya sangat besar, dan sangat jelas mampu mendukung kemajuan bangsa. Terlebih dana wakaf yang dialokasikan untuk sektor-sektor produktif,” jelas Nuh, yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 2009-2014 itu.


Wakaf produktif

Sebagai lembaga yang menghimpun dan mengelola dana wakaf, Global Wakaf mengelola dana wakaf untuk mendukung sektor-sektor produktif. Sebut saja Lumbung Beras Wakaf yang ada di Blora, Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, ketika ACT mengirimkan bantuan beras untuk Palestina, beras produksi Blora yang didukung dana wakaf ini juga mengambil peran dalam memenuhi target jumlah beras yang dikirim.

Selain pangan dalam bentuk beras yang menjadi pangan pokok masyarakat Indonesia, Global Wakaf-ACT juga memaksimalkannya untuk Lumbung Air Wakaf. Produknya berupa Air Minum Wakaf, didistribusikan ke masyarakat secara gratis layaknya Beras Wakaf. “Produk-produk wakaf yang Global Wakaf hadirkan untuk masyarakat secara gratis merupakan sedikit contoh pengelolaan dana wakaf yang baik,” jelas Sri Eddy Kuncoro dari tim Global Wakaf-ACT, Sabtu (26/12/2020) lalu, saat ditemui ketika kegiatan tanam raya di Desa Jiyu, Kutorejo, Mojokerto. Kegiatan ini pun bagian dari pengelolaan dana wakaf lewat program Wakaf Sawah Produktif.[]