Perangi Stunting Lewat Operasi Gizi Anak Indonesia

Indonesia masih menduduki peringkat keempat dunia dan urutan kedua di Asia Tenggara dalam persentase jumlah kasus stunting. Lewat Operasi Gizi Anak Indonesia, ACT berikhtiar memberikan asupan gizi seimbang kepada anak dan ibu hamil.

Operasi Gizi Indonesia
Tim Humanity Medical Services ACT bersama anak-anak penerima manfaat Operasi Gizi Anak Indonesia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi di tanah air turut berdampak pada kesulitan pemenuhan asupan gizi anak dan ibu hamil, khususnya pada kalangan masyarakat prasejahtera. Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik pada anak atau kerap disebut stunting.

Stunting menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia, yang mana negara ini masih menduduki peringkat keempat dunia dan urutan kedua di Asia Tenggara. Diketahui, jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 menembus angka 27,67 persen.

Lewat Operasi Gizi Anak Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar memerangi kasus stunting yang masih terus terjadi. ACT melalui Tim Humanity Medical Services menghadirkan Operasi Gizi Anak Indonesia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (16/8/2021).

Ahli Gizi Tim Humanity Medical Services ACT Harum Aulia Rahmawati menjelaskan, saat ini sebanyak 37,1 persen anak-anak di Kabupaten Sukabumi mengidap stunting dan masuk ke dalam 13 wilayah penanganan stunting di Provinsi Jawa Barat.

“Kehadiran Operasi Gizi Anak Indonesia di Kabupaten Sukabumi mendistribusikan makanan bergizi seimbang sebanyak 800 porsi kepada anak-anak dan ibu hamil, serta gerakan minum susu sebanyak satu juta liter. Insya Allah ini bagian ikhtiar kita cegah stunting,” kata Hanum. Aksi tersebut dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Cisolok.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengapresiasi langkah ACT melalui Operasi Gizi Anak Indonesia. “Kami berterima kasih kepada ACT, dikarenakan Kabupaten Sukabumi ini termasuk daerah yang menjadi perhatian presiden. Kita masih di tingkat atas rata-rata nasional karena anak-anak kita banyak yang stunting,” tutur Marwan. Marwan berharap, ACT dan Pemkab Sukabumi bisa terus berkolaborasi karena untuk meminimalisir kesulitan masyarakat Kabupaten Sukabumi.[]