Perekonomian di Wamena Masih Lumpuh

Pascakonflik yang pecah sejak beberapa hari lalu, perekonomian Wamena, Jayawijaya masih lumpuh. Ketersediaan kebutuhan pangan masih minim, membuat pengungsi makan seadanya.

Perekonomian di Wamena Masih Lumpuh' photo
Seorang bocah yang ikut mengantre mendapatkan makanan dari dapur umum di Kodim 1702/Jayawijaya, Senin (30/9). Ribuan orang saat ini mengungsi di sana dan menggantungkan kebutuhan makanan dari dapur umum. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, WAMENA – Setiap pagi, antrean panjang selalu jadi pemandangan di Kodim 1702/Jayawijaya di Wamena. Mereka yang mengantre ialah pengungsi konflik sosial yang mengantre untuk mendapatkan makanan. Sudah beberapa hari ini, warga Wamena harus mengungsi ke Kodim 1702/Jayawijaya yang menjadi salah satu tempat teraman.

Dari pengamatan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Wamena, sejak beberapa hari lalu warga pengungsi hanya mengonsumsi nasi, mi instan, serta telur rebus. Lumpuhnya perekonomian serta masih banyaknya pertokoan yang tutup pascakonflik membuat ketersediaan bahan makanan agak sulit.

Direktur Social Network Corporation (SNC) - ACT Wahyu Novyan mengatakan, saat ini perekonomian di Wamena masih lumpuh. Kondisi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif memaksa pedagang dan warga masih belum normal beraktivitas. Pengungsi kini hanya mengonsumsi makanan dari dapur umum yang dibuka oleh beberapa pihak, seperti TNI dan ACT. “Di Wamena, ACT telah mendirikan dapur umum untuk pemenuhan makanan siap santap pengungsi. Satu ekor sapi juga sudah diolah untuk kebutuhan makan pengungsi serta petugas keamanan yang berjaga di sana,” jelasnya  Selasa (1/10).


Antrean warga di dapur umum Kodim 1702/Jayawijaya, Senin (30/9). Mereka merupakan pengungsi konfik sosial di Wamena. (ACTNews/Akbar)

Kekurangan pangan saat ini mengancam Wamena. Akses yang sulit serta keamanan yang belum sepenuhnya kondusif membuat pasokan logistik mengalami kendala dalam pengiriman. Hal ini ditambah dengan jumlah pengungsi yang setiap harinya terus bertambah.

Hingga kini pengungsi masih terus keluar-masuk titik-titik pengungsian. Angka pasti pengungsi belum dapat dipastikan karena mereka terpencar di beberapa wilayah. Di Kodim 1702/Jayawijaya sendiri diperkirakan lebih dari seribu orang menempati salah satu daerah teraman saat ini. Mereka rata-rata warga Wamena yang menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda.

Selain dapur umum, ACT di Wamena juga telah mendirikan posko kemanusiaan  di Jalan Syarif Darwin, Kota Wamena, Jayawijaya. Di Sentani, ACT juga sudah menyediakan posko kemanusiaan dan dua dapur umum untuk melayani pengungsi yang menjadikan Jayapura sebagai lokasi evakuasi.[]

Bagikan

Terpopuler