Peringatan 52 Tahun Pembakaran Masjid Al Aqsa Diwarnai Luka

Angkatan bersenjata Israel menembaki warga Palestina yang tengah berdemonstrasi pada peringatan 52 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsa. Hingga laporan ini disampaikan, 41 warga Palestina terluka, termasuk di antaranya seorang anak berusia 13 tahun yang ditembak di kepala.

palestina diserang israel
Tembakan peluru tajam angkatan bersenjata Israel menyebabkan puluhan warga Palestina terluka. (Reuters/Mohammed Salem)

ACTNews, YERUSALEM – Angkatan bersenjata Israel menyerang ratusan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi pada peringatan 52 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsa, Sabtu (21/8/2021). Departemen Kesehatan (Depkes) Palestina menyatakan dari 41 warga yang terluka, dua di antaranya kritis, 35 luka sedang, dan 4 luka ringan.

"27 di antaranya luka di kaki bagian bawah, dua pincang di bagian atas, dua di perut, 4 di kepala, dan 6 di bagian tubuh yang berbeda," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, mengutip pernyataan Depkes Palestina, Sabtu (21/8/2021)

Angkatan bersenjata Israel dilaporkan tidak hanya melepaskan gas air mata kepada warga Palestina yang berunjuk rasa di perbatasan timur Jalur Gaza tersebut. Namun juga menggunakan peluru tajam. Beberapa tembakan bahkan mengenai kepala warga Palestina yang akhirnya membuat mereka berada dalam kondisi kritis. Termasuk termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.

"Serangan ini terjadi tepat tiga bulan sejak Israel menyerang Gaza secara mematikan selama 11 hari di bulan Mei. Israel menggempur Gaza dengan serangan udara, menewaskan sedikitnya 260 warga Palestina, termasuk 67 anak-anak. Ribuan rumah dan fasilitas umum milik warga rusak yang akhirnya membuat krisis kemanusiaan di sana semakin parah," jelas Firdaus.

Persis 52 tahun lalu, tepatnya pada 21 Agustus 1969, seorang ekstremis zionis berusaha membakar Masjid Al-Aqsa. Ia menghancurkan bagian-bagian Masjid Al-Qiblah, yang merupakan bangunan utama di dalam kompleks Al-Aqsa, termasuk kayu tak ternilai berusia 1.000 tahun dan mimbar masjid yang telah ditempatkan di sana oleh pemimpin Muslim Salaheddin.[