Peringatan Maulid Nabi di Yerusalem Dinodai Serangan Zionis Israel

Pasukan Israel menyerbu Gerbang Damaskus dan berjaga di sejumlah jalan di Yerusalem Timur. Area-area tersebut ramai digunakan warga Palestina berkumpul selama hari libur nasional peringatan Maulid Nabi.

perayaan maulid nabi palestina
Ilustrasi. Wanita Palestina diperiksa oleh tentara Israel dalam ketegangan di Yabad, dekat Jenin, pada September 2021. (Reuters/Mohamad Torokman)

ACTNews, YERUSALEM – Ketika masyarakat Indonesia dapat memperingati Maulid Nabi dengan tenang, warga Palestina di Yerusalem mengalami kondisi sebaliknya. Mereka mendapat serangan zionis Israel ketika memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah, Selasa (19/10/2021).

Pasukan Israel menyerbu Gerbang Damaskus dan berjaga di sejuml;ah jalan di Yerusalem Timur. Area-area tersebut ramai digunakan warga Palestina berkumpul selama hari libur nasional peringatan Maulid Nabi.

Gambar dan video yang beredar di internet menunjukkan pasukan Israel dengan kejam menangkap dan menyerang warga Palestina, baik pria maupun wanita. Pasukan tersebut tanpa ragu memukuli warga Palestina yang lewat dengan tongkat, mengejar anak-anak, menyerbu jalan komersial utama, dan menembakkan gas air mata dan bom suara.

Hingga Senin malam, pasukan Israel dilaporkan melukai sedikitnya 49 warga Palestina dan menangkap 10 orang. Jumlah korban diprediksi lebih banyak karena serangan masih berlanjut.

Bahkan, pasukan Israel juga menyerang paramedis yang hendak memberikan pertolongan kepada warga. Puluhan paramedis terluka usai ditembaki peluru karet, terkena pecahan bom suara, dan mendapat serangan fisik langsung dari pasukan Israel.

Dua jurnalis yang mencoba meliput aksi kekerasan tersebut juga ditangkap. Pasukan Israel menyeret para jurnalis dengan kasar.

“Gerbang Damaskus dekat Kota Tua Yerusalem adalah tempat anak-anak muda Palestina suka berkumpul di malam hari dan bersosialisasi dengan teman-teman mereka. Namun, selama beberapa bulan terakhir, polisi Israel dan pasukan khusus dengan kekerasan memaksa mereka untuk membubarkan diri untuk memberi jalan bagi pemukim Israel memasuki Kota Tua,” ujar Jawad Siam dari Wadi Helweh Center di Yerusalem Timur yang memantau kekerasan Israel terhadap warga Palestina.

Siam mengatakan, dalam dua pekan terakhir, pasukan Israel menangkap lebih dari 82 anak Palestina di bawah umur. Sebagian besar dari anak-anak tersebut masih berusia di bawah 13 tahun.

Selain menggunakan peluru dan bom asap, pasukan Israel juga mengerahkan anjing polisi dan mesin 'air sigung'. Di mana mesin tersebut menyemprotkan air kotor dengan bau menyengat yang sangat sulit dihilangkan baunya.[]