Peringatan Nakba Day, Kedubes Palestina: Kami Tetap Berjuang

Bangsa Palestina Masih Berjuang

ACTNews, JAKARTA – Ramadan ini, bangsa Palestina masih menghadapi permasalahan yang sama: mulai dari blokade, kekurangan bahan pangan, obat-obatan, lapangan pekerjaan, dan sederet krisis kemanusiaan lain. Pada bulan suci ini, rakyat Palestina turut memperingati Hari Nakba, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 1440 H atau 15 Mei 2019.

Kendati demikian, menurut Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair Al Shunn, bangsa Palestina belum menyerah untuk meraih cita-citanya. “Bangsa Palestina meskipun menghadapi kondisi dan tantangan yang sulit, mereka tetap terus berjuang sampai terbentuknya negara Palestina yang merdeka dengan Kota Al-Quds sebagai ibu kotanya,” kata Zuhair dalam konferensi pers yang diselenggarakan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Jumat (17/5) lalu,

Pada konferensi pers itu, Zuhair Al Shunn menyatakan, pada Hari Nakba terjadi penindasan besar-besaran terhadap bangsa Palestina dalam bentuk perampasan tanah air mereka.

“Hari Nakba bagi bangsa Palestina adalah saat jatuhnya tanah air mereka ke tangan zionis Israel dan Inggris. Inggris memberikan tanah air Palestina kepada zionis Israel. Dalam permasalahan Palestina ini, ada yang melakukan kezaliman dan ada yang menjadi korban kezaliman. Yang zalim dalam hal ini adalah Israel dan yang terzalimi adalah pihak Palestina,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya-upaya untuk menyelesaikan permasalahan Palestina selama ini seringkali berujung buntu. Bukan karena tidak ada upaya dari pihak Palestina atau pun dari masyarakat internasional, namun karena israel pada dasarnya tidak menginginkan adanya kedamaian bagi bangsa Palestina di negerinya. “Israel tidak menyukai perdamaian dan tidak menginginkan adanya perdamaian bagi rakyat Palestina,” kata Zuhair.




Peringatan Hari Nakba adalah peringatan tahunan pengusiran jutaan bangsa Palestina dari negeri mereka ke berbagai daerah, di antaranya: Yordania, Libanon, Suriah, Tepi Barat, dan tentunya Jalur Gaza. Kejadian itu juga mendorong terbentuknya negara Israel pada 1948.

Bahkan di bulan suci Ramadan tahun ini, masih saja bangsa Palestina menghadapi permasalahan-permasalahan yang sudah bertahun-tahun mereka hadapi. Menurut Zuhair, kondisi bangsa Palestina tidak ada bedanya baik di bulan Ramadan atau pun di luar bulan Ramadan. Penyebabnya tidak lain adalah penjajahan israel. Ia mengatakan, selama penjajahan israel masih berlangsung, kondisi di Palestina terus bertambah kompleks. Kasus-kasus seperti penyerangan rakyat sipil Palestina, penyerangan rumah-rumah, penangkapan pemuda-pemuda, serta blokade menjadi hal yang setiap hari dihadapi oleh bangsa Palestina disebabkan politik israel.[]