Perjuangan Ayem Jadi Tumpuan Ekonomi Keluarga

Semenjak pandemi, Ayem (49) mesti bekerja keras menjajakan sayurnya, dari berkeliling hingga membuka lapak dekat rumah. Sebab saat ini pemasukan keluarga hanya bergantung darinya semenjak suaminya sulit mendapat pekerjaan.

ayem
Ayem sedang melayani pembelinya. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Ayem (49) adalah satu pedagang sayur keliling dan lapak rumahan dari Kampung Pangkalan, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Ia biasa berdagang mulai pukul 6 pagi sampai pukul 12 siang di beberapa titik di Kampung Pangkalan.

Rutinitas Ayem dimulai ketika ia berangkat dari rumah, berkeliling sebentar, kemudian membuka lapak di titik pertama sekitar 1 jam. Ia lalu berkeliling lagi ke titik ke dua selama, begitu selanjutnya hingga tengah hari. Selepas zuhur sampai sore, barulah ia membuka lapak kecil di dekat rumahnya.

Ditanya mengenai modal, Ayem mengaku bahwa modalnya saat ini sangat minim. Hasil yang ia dapat per hari sekitar Rp90 ribu sampai Rp140 ribu. Walaupun tidak memiliki utang, ia masih punya tanggungan pendidikan kedua anaknya.


Ayem saat berkeliling jualan sayur di siang hari. (ACTNews)

Sementara penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan belum pasti. Suami Ayem hanya bekerja apabila ada tawaran. "Laki saya sudah 2 bulan enggak ada kerjaan. Biasa kuli kan di lockdown melulu," ucapnya pada pertengahan Januari lalu.

Di tengah ikhtiarnya kini, ia berharap pandemi ini segera berakhir agar suaminya bisa bekerja seperti biasa. Untuk membantu perjuangan Ayem, Global Wakaf – ACT menghadirkan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI) untuk Ayem.


“Beliau berharap usahanya menjadi berkah dan terus bertumbuh dan berkembang. Serta bisa terlepas dari kesulitan modal yang saat ini sedang membelitnya,” ujar Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.

Wahyu pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program ini sehingga para pelaku usaha kecil lainnya bisa menjalankan usahanya dengan lebih lancar dan tentunya lebih berkah. ”Kami sekaligus mengajak juga kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal UMI, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Wahyu. []