Perjuangan Dakwah Syamsudin Melewati Derasnya Sungai Cikaso

Selain mengajar, Ustaz Syamsudin juga harus mengantar dan menjemput para santrinya. Ini dilakukan karena para santri harus melewati aliran sungai Cikaso yang sangat deras.

ustaz syamsudin
Ustaz Syamsudin (kanan) saat mengajak tim ACT Kabupaten Sukabumi menyusuri sungai yang saban hari ia lewati. (ACTnews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Kampung Ciloma, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi berada di ujung Sukabumi sisi selatan. Untuk mencapainya, masyarakat harus melewati derasnya aliran sungai Cikaso. Saat musim hujan, air meluap dan arus sungai sangat deras. 

Kondisi tersebut, hampir setiap hari dialami santri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Ansor, Ustaz Syamsudin. Para santri yang mengaji pada Ustaz Syamsudin banyak yang berasal dari desa seberang sungai. Sehingga Ustaz Syamsudin harus menjemput dan mengantar para santri pulang menggunakan perahu motor kecilnya. 

“Jika musim kemarau tidak ada hambatan yang berarti. Tapi jika musim hujan, perlu keberanian, laju perahu harus benar-benar diperhatikan, dan berhati-hati karena arus sungai sangat deras dan airnya meluap, ditambah lagi derasnya hujan,” kata Syamsudin, Ahad (11/7/2021). 

Meskipun aliran sungai sangatlah deras, tetapi tak menyurutkan derasnya semangat para santri dan Ustaz Syamsudin untuk belajar dan mengajar. Bagi Ustaz Syamsudin, antar jemput para santri yang semangat belajar juga bagian dari tanggung jawabnya sebagai guru. 

“Ada jalan darat, tapi jauh dan medannya juga cukup berat, naik turun bukit. Lewat sungai menjadi pilihan yang tepat, meskipun risikonya besar. Makannya keselamatan mereka (santri) juga tanggung jawab saya sebagai guru yang mengajar ngaji. Mengantar jemput setiap hari,” ujarnya. 

Bagi Ustaz Syamsudin, perjuangannya yang sulit semata-mata agar anak-anak di sekitarnya menjadi orang yang berilmu dan berbudi pekerti luhur. Sehingga perjuangannya yang begitu sulit, akan terbayar jika impiannya tersebut dapat dipraktikkan oleh para santrinya. 


Ustaz Syamsudin usai menerima bantuan biaya hidup untuk dai. (ACTNews)

Dani Firdaus dari tim program ACT Kabupaten Sukabumi mengatakan, selain mengajar anak-anak mengaji, Ustaz Syamsudin juga mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu di Desa Cibitung. Beliau merupakan pionir dakwah Islam di kampungnya. Kegiatan dakwah ini sudah dilakukan selama 10 tahun. 

“Mengajar tidak dibayar, semata-mata ikhlas karena motivasinya ingin mengamalkan ilmu dan beribadah kepada Allah. Juga agar santrinya bisa menjadi penerus perjuangan dakwahnya. Semangat inilah yang patut kita contoh,” kata Dani. 

Melihat kegigihan beliau, ACT menyampaikan amanah berupa bantuan biaya hidup dan paket pangan dari para dermawan. Melalui program Sahabat Dai Indonesia, ACT ingin membersamai perjuangan para dai di pelosok negeri. []