Perjuangan Dakwah Ustaz Rifa’i Meyakinkan Masyarakat Suku Sakai

Latar belakang sebagai mualaf membuat dakwah Ustaz Rifa’i menuai pro kontra di masyarakat. Meski begitu, ia tetap gigih dan istiqomah dalam meyakinkan masyarakat bahwa dirinya tidak membawa misi lain selain meyakinkan bahwa agama Islam adalah agama yang benar.

ustaz rifa'i
Ustaz Rifa’i saat sedang mengajar amembaca Al-Qur’an anak-anak Suku Sakai. (ACTNews)

ACTNews, BENGKALIS — Jalan dakwah tidaklah mudah. Bahkan para Nabi pun mengalami kesulitan dan penolakan dari masyarakat dalam menyampaikan ajaran agama Allah SWT. Dibutuhkan keistiqomahan, keikhlasan, dan keuletan dalam berdakwah, sehingga tetap tangguh meski banyak hambatan. 

Hal itu pula yang kini dialami Ustaz Muhammad Rifa’i Sitorus. Ustaz Rifai berdakwah kepada Suku Sakai di Jembatan Dua Jurong, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Sebelumnya tidak ada ustaz atau dai yang masuk ke wilayah tersebut untuk konsisten menyebarkan agama Islam. Sehingga kehadiran Ustaz Rifa’i sangat dibutuhkan warga dan anak-anak Suku Sakai belajar mengaji dan mengenal agama Islam. 

“Namanya orang berjuang tidak mungkin semuanya mulus. Paling penting kita jangan menyerah, suara penolakan akan terus ada. Mohon doa dan dukungan semoga saya istiqomah meyakinkan masyarakat bahwa saya tidak membawa misi yang lain selain menyampaikan bahwa agama Islam itu agama yang benar,” kata Ustaz Rifa’i, Jumat (27/5/2021).

Kegiatan rutin ustaz Rifa’i saat ini memakmurkan masjid yang ada seperti azan, menjadi imam, dan mengajar mengaji anak-anak di Suku Sakai Jembatan Dua. Aktivitasnya mengajar mengaji anak-anak serta memelihara dan memakmurkan masjid dilakukan secara sukarela.


Ustaz Rifa'i sedang mengajar mengaji. (ACTNews)

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ustadz Rifa’i pergi ke hutan mencari kayu. Hasil mencari kayu di hutan Rp50 ribu dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski menjalani kehidupan yang sulit, ia mengaku tetap akan berdakwah karena apa yang ia lakukan semata-mata taqwa kepada Allah. 

“Alhamdulillah sampai sejauh ini saya masih bertahan itu semua karena Allah. Tekanan (berdakwah) di sini masyaallah luar biasa, menurut saya hal tersebut terjadi karena kurangnya edukasi dan juga dakwah dari luar,” ucapnya. 

Mendukung perjuangan dakwah Ustaz Rifa’i, Global Zakat-ACT memberikan bantuan berupa biaya hidup. Melalui program Sahabat Dai Indonesia, Global Zakat-ACT bertekad membersamai perjuangan para dai dalam berdakwah.[]