Perjuangan dan Semangat Muhammad Anen Mencerdaskan Anak-Anak Desa

“Saya tidak ingin anak-anak desa bodoh, terus gampang ditipu. Itu yang menjadi semangat saya dalam mengajar,” kata Muhammad Anen guru honorer di Kabupaten Bogor.

muhammad anen
Anen usai menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Muhammad Anen (52) mengabdikan separuh umurnya untuk menjadi guru di satu sekolah tingkat dasar berbasis Islam swasta di Desa Cipendawa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Suka duka dan jatuh bangun sudah sering ia rasakan. 

Untuk menuju ke sekolah, Anen harus berjalan kaki naik turun bukit sejauh 3 kilometer. Jalan yang ia lewati masih berupa jalan setapak dan kondisinya membahayakan saat hujan, karena licin dan berkontur tanah. Meski begitu semangat Anen mengajar tidak kendur. 

“Saya tidak ingin anak-anak desa itu bodoh, hingga akhirnya gampang ditipu. Karena di sini banyak orang tidak sekolah, kena tipu itu gampang. Penyebabnya karena mereka banyak yang tidak sekolah. Itu yang menjadi semangat saya menjadi guru,” kata Anen. Sabtu (31/7/2021). 

Semangat Anen menghadapi ujian berat saat sekolah tempat Anen mengajar rata dengan tanah, akibat banjir bandang yang terjadi 2020 lalu. Berminggu-minggu tidak ada kegiatan belajar mengajar, hingga akhirnya Anen bersama guru yang lain mengadakan sekolah darurat di pengungsian. 

“Waktu banjir, sekolah rata dengan tanah. Tak hanya itu, rumah saya juga hancur. Tapi kita harus tetap kuat, karena datangnya musibah itu dari Allah SWT. Setelah banjir itu, pertama kali saya mengajar pakai sepatu boots dan kaos oblong, seperti orang mau ke kebun saja. Meski sedang kena musibah, kita harus tegar dan optimis saat menghadapi anak-anak,” katanya, Sabtu (31/7/2021). 

Gaji Anen dari sekolah tempatnya mengajar Rp300 ribu per bulan dan pembayarannya dirapel empat bulan sekali. Gaji tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Anen dan keluarga. Untuk menambah penghasilan, Anen menanam umbi-umbian. 

“Ini untuk berjaga-jaga kalau gaji sudah habis. Tapi sejak ada bantuan dari ACT, saya tidak khawatir di rumah tidak punya beras,” jelas Anen usai menerima bantuan biaya hidup dan paket pangan dari Global Zakat-ACT, Sabtu (31/7/2021). []