Perjuangan Fatimah Nafkahi Keluarga dengan Berjualan Kue

Dua bulan sudah Fatimah menunggak pembayaran sewa rumah, belum lagi ada tanggungan untuk menyekolahkan anaknya. Berjualan kue menjadi satu-satunya cara untuk Fatimah menyambung hidup keluarga.

Perjuangan Fatimah Nafkahi Keluarga dengan Berjualan Kue' photo
Dua bulan sudah Fatimah menunggak pembayaran sewa rumah. Belum lagi ada tanggungan untuk menyekolahkan anaknya. Berjualan kue menjadi satu-satunya upaya untuk Fatimah menyambung hidup keluarga.

ACTNews, BANJARMASIN Fatimah, seorang ibu rumah tangga yang berhasil melawan tumor, kini menjadi kepala keluarga bagi dua anaknya yang masih kecil. Berjualan kue tradisional menjadi caranya untuk menyambung hidup. Dibantu dua anaknya, Fatimah juga harus menghidupi sang ibu yang tinggal bersamanya.

Menjajakan kue yang dimasaknya sendiri kini menjadi andalan bagi Fatimah mendulang rupiah, termasuk saat Ramadan. Namun, wabah Covid-19 yang juga melanda Banjarmasin berpengaruh pada pendapatan yang menurun. Akibatnya, selain melemahnya perekonomian keluarga, Fatimah juga harus menunggak bayar sewa tempat tinggal selama dua bulan lamanya.

Beban ekonomi Fatimah tak hanya pada kewajibannya membayar sewa kontrakan. Saat ini ia sedang kebingungan karena anak pertamanya, Alisa, tahun ini sudah waktunya masuk sekolah taman kanak-kanak. Untuk biaya pendidikan ini, sekolah mematok harga pendaftaran serta pakaian seragam sebesar Rp800 ribu. “Saya bingung sekarang,” ungkapnya, Senin (18/5).

Setelah mendengar cerita tentang Fatimah, ACT Kalimantan Selatan pada Senin lalu berkesempatan berkunjung ke kediaman Fatimah yang ada di Kelayan B, Banjarmasin Selatan. Saat itu Fatimah sedang memasak kue pais untuk dijajakan. Ia sibuk membungkus kue dengan daun pisang, sementara ibunya mengawasi kukusan. “Biasanya produksi 600 bungkus per hari, sekarang cuma 300 bungkus,” jelas Fatimah yang penjualan kuenya terpengaruh wabah Covid-19 serta semakin banyaknya pesaing selama Ramadan.

Kehadiran tim ACT ke rumah Fatimah ialah dalam rangka menyerahkan bantuan biaya untuk membayar kontrakan, pendaftaran sekolah anak pertamanya, serta paket pangan untuk pemenuhan sehari-hari. Retno Sulisetiyani dari Tim program ACT Kalsel mengatakan, bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban keluarga Fatimah, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. “Semoga bisa mengurangi beban keluarga Bu Fatimah,” harap Retno, Senin (18/5).

Menjelang akhir Ramadan ini, ACT Kalsel dan cabang lainnya terus menggencarkan berbagai kebaikan ke masyarakat, khususnya mereka yang terdampak wabah. Selain ke masyarakat umum, beberapa hari sebelumnya ACT Kalsel juga menyerahkan paket Lebaran ke jurnalis se-Kalimantan. Aksi ini berkolaborasi dengan Pertamina sebagai mitra.[]