Perjuangan Ike Purnamasari jadi Guru Honorer, Gaji Kecil Dibayar Tiga Bulan Sekali

Meskipun pendapatannya tak seberapa dan sering dibayarkan setiap tiga bulan sekali, semangat mendidik Ike Purnamasari (29) tidak pernah luntur.

Ike Purnamasari dan siswa SDN Muarasari 2 di Sindangrasa, Bogor Timur, Kabupaten Bogor. (ACTNews)
Ike Purnamasari dan siswa SDN Muarasari 2 di Sindangrasa, Bogor Timur, Kabupaten Bogor. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Pukul enam pagi, Ike Purnamasari (29) sudah bersiap menumpang angkot menuju SDN Muarasari 2 di Sindangrasa, Bogor Timur, Kabupaten Bogor, tempat dia bertugas sebagai guru.  Walaupun sudah menjadi pengajar selama lima tahun, status  Ike masih menjadi guru honorer. Setiap bulan, Ike menerima upah sebesar Rp650 ribu per bulan. Hak itu pun seringkali ia terima dalam tiga bulan sekali.

"Kalau gaji cair dalam waktu tiga bulan sekali, sering enggak ada ongkos untuk naik ojeknya," cerita Ike kepada tim Global Zakat-ACT Bogor, Jumat (23/4/2021).

Gaji yang diterima tiap tiga bulan diakui Ike cukup menyulitkannya untuk memenuhi kebutuhan sekolah dua adiknya. Sebab gaji yang turun dirangkap, ia kerap tidak mampu membeli peralatan sekolah untuk adik-adiknya.

Sebagai empati kepada Ike, Global Zakat-ACT menyampaikan beaguru untuk membantu kehidupannya. Ike pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para dermawan Global Zakat-ACT. "Terima kasih untuk bantuan dan perhatian yang diberikan, saya doakan agar kebaikan para dermawan dibalas langsung oleh Allah SWT," tuturnya.


Ike mendapat bantuan biaya hidup dari ACT dan Global Zakat. (ACTNews) 

Koordinator Program Global Zakat-ACT Bogor Wahyudi menerangkan, semangat Ike menjadi salah satu alasan penguat dukungan beaguru. Bantuan dimaksudkan agar Ike dapat tetap memenuhi kebutuhan hidupnya, pada saat ia sedang tidak menerima gaji bulanan.

"Ike adalah sosok yang luar biasa. Di usia yang masih muda, ia memantapkan diri menjadi guru honorer pada saat ia sebenarnya bisa mencari pekerjaan lain. Maka dari itu, kita tunjang semangatnya agar Ike mampu membagikan ilmunya kepada calon generasi penerus bangsa," ujar Wahyu.[]