Perjuangan Khetam Menjadi Orang Tua Tunggal

Khetam Naser Al Dehdar (42), perempuan yang menjadi orang tua tunggal untuk tiga anakanya ini harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Kemiskinan membelenggu keluarganya, sedangkan tak banyak yang bisa dilakukan, kecuali menggantungkan kebutuhan pada bantuan kemanusiaan.

Khetam Naser bersama anak-anaknya. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Ramadan kedua selama pandemi ini akan Khetam Naser Al Dehdar (42) lewati dengan berbagai ujian. Perempuan yang sudah ditinggal meninggal suaminya itu harus menjadi orang tua tunggal bagi tiga orang anak. Tanpa pekerjaan, Khetam hingga kini hidup dengan ekonomi prasejahtera di tanah yang tengah dirundung konflik kemanusiaan berkepanjangan.

Ikhtiar untuk bekerja sudah dilakukan Khetam, tapi apa daya, kesempatan kerja untuk perempuan di Palestina masih sedikit. Kondisi serba terbataspun harus dijalani, tak hanya karena konflik yang masih saja berlangsung, tapi juga Covid-19 yang mewabah di sana.

Kondisi mendesak ini, membuat Khetam hanya menggantungkan hidupnya pada bantuan kemanusiaan. Mulai urusan pangan, pakaian, biaya pendidikan anak hingga kesehatan. Uluran tangan pun di nanti, agar nasib Khetam bisa kearah yang lebih baik.

Khetam merupakan satu dari banyak keluarga di Palestina yang senasib dengannya. Blokade dari Israel tak jarang menjadi kendala dalam pengadaan bantuan kemanusiaan bagi penduduk Palestina. Namun, ikhtiar terus dilakukan, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mencoba merangkul saudara Palestina dengan keluarga di Indonesia. Walau terpisah jarak, waktu dan adanya blokade, kebaikan ini tak terbatas.

“Kami menghadirkan program Sister Family Palestine-Indonesia sebagai langkah mendampingi satu keluarga di Palestina oleh masyarakat Indonesia. Cara ini memungkinkan kebutuhan keluarga di Palestina terpenuhi dengan kedermawanan yang tanpa batas,” jelas Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT, Selasa (13/4/2021).[]