Perjuangan Kuli Panggul Penuhi Kebutuhan Keluarga

Sejak pandemi, pendapatan Muhamad Abdul Waris menurun drastis. Ia juga tak punya pilihan pekerjaan lain, menjadi kuli angkut di Pasar Baru, Bekasi Timur yang hanya bisa dilakukannya.

1
Muhamad Abdul Waris (kanan) bersama rekannya saat ACT temui di Pasar Baru, Bekasi. Ia merupakan kuli panggul. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Muhamad Abdul Waris (44) atau yang akrab disapa Jangkung mengeluh di sela-sela aktivitasnya di Pasar Baru, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ia merupakan kuli panggul di pasar tersebut sejak tahun 1994. Lewat pekerjaan yang dilakoninya lebih dari 20 tahun tersebut, ia menghidupi istri dan dua anaknya yang saat ini tinggal di Tangerang.

“Hampir setengah hari belum ada mobil masuk ini, sepi, belum ada pemasukan juga,” ucap Jangkung di bawah teriknya sinar matahari siang di pekan kedua Ramadan.

Semangat Jangkung sendiri setiap harinya tak pernah mengendur. Walau harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari nafkah, ia rela demi memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk pangan yang paling utama. Ikhtiar ini dilakukannya, termasuk selama pandemi yang tengah berjalan menuju tahun ke dua.

Termasuk di bulan Ramadan, Jangkung tetap bekerja demi keluarga. Sayang, di bulan suci tahun ini, tantangan datang untuk Jangkung. Baginya, larangan mudik di tanggal tertentu membuat pedagang pasar memilih pulang kampung di awal dan pertengahan Ramadan. Dampaknya, pasar tak seramai biasanya, sedangkan penghasilan Jangkung bergantung pada kesibukan pasar.

“Namanya juga kuli angkutin barang, kalau barang enggak ada yang datang, ya enggak dapat uang. Dibanding tahun lalu pendapatan juga enggak jauh lebih baik, sama-sama anjlok,” tuturnya.

Pendapatan harian Jangkung sendiri tak menentu. Jika ramai, uang Rp200 ribu bisa dibawa pulang untuk keluarga. Akan tetapi tak jarang pendapatannya di bawah angka tersebut. Belum lagi potongan pendapatan karena harus ada setoran ke koordinator lapangan sebesar 10-20 persen per mobil yang muatannya diangkut Jangkung. Ia pun tak punya pilihan kerja lainnya, hanya menjadi kuli angkut yang bisa dilakukannya.

Paket pangan

Pertemuan ACTNews dengan Jangkung berawal saat Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan paket pangan ke pekerja di Pasar Baru. Jangkung salah satu penerima manfaat. Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf serta bahan pangan lainnya diserahkan, khususnya ke kuli panggul, agar mereka lebih ringan beribadah selama Ramadan tanpa bingung pemenuhan pangan untuk keluarganya.

“Lewat bantuan pangan ini, semoga bisa menjadi penguat para pejuang nafkah. Ini pun menjadi wujud nyata kedermawanan masyarakat yang disalurkan melalui ACT,” jelas Kepala Cabang ACT Bekasi Rizky Renanda.[]