Perjuangan Syakira Lawan Hidrosefalus

Di umurnya yang baru 2 tahun Syakira harus menghabiskan waktu di tempat tidur. Penyakit hidrosefalus membuatnya hanya bisa terbaring, minum melalui selang, dan sakit dekubitus.

syakira ssat minum
Bu Intan saat sedang memberikan minum pada Syakira yang disuntikkan melalui selang. (ACTNews/Anis Rosella)

ACTNews, PEKALONGAN — Sudah lebih dari setahun sudah Syakira Jihan Malika (2) harus terbaring dan menahan sakit di kepala akibat penyakit hidrosefalus atau pembesaran kepala akibat penumpukan cairan di rongga otak. Penyakit ini membuat Syakira harus bertahan hidup dengan minum melalui selang. 

Intan, ibu Syakira menjelaskan sudah 7 kali Syakira menjalani operasi pemasangan selang untuk mengurangi cairan di kepalanya. Biaya operasi yang mencapai ratusan juta rupiah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

“Alhamdulillah (biaya operasi) dibayar BPJS Kesehatan. Karena sakit dekubitus juga, maka biaya berobat rutin sakit dekubitus harus bayar sendiri,” jelasnya, Sabtu (16/4/2022). Dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama.

Anis Rosella Pitaloka dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pekalongan menjelaskan, biaya perawatan Syakira tidaklah sedikit, sementara keadaan ekonomi orangtua Syakira, Bu Intan dan Pak Eko, pas-pasan. 

“Meski biaya operasi sudah ditanggung BPJS Kesehatan, namun biaya perawatan Syakira masih banyak. Pak Eko bekerja sebagai buruh cap kain batik dengan upah Rp. 85.000 per hari, sementara Bu Intan ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Eko digunakan untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah kedua kakak Syakira,” kata Anis, Selasa (17/5/2022). 

Untuk meringankan beban Syakira dan keluarga, Anis mengajak Sahabat Dermawan untuk memberikan bantuan biaya pengobatan dan juga distribusi bantuan paket gizi untuk Dek Syakira. “Insyaallah, ACT akan melakukan ikhtiar terbaik untuk membantu Syakira,” pungkasnya.[]