Perjuangan Tamrinatun Bangun Usaha Kembali Usai Terdampak Tsunami

Tamrinatun sempat merasakan betul dampak tsunami pada tahun 2018 di Selat Sunda yang turut mendampak usahanya. Tetapi ia kembali mencoba bangkit dan menata kembali usaha tersebut sampai saat ini.

bantuan umkm
Tamrinatun yang bekerja sebagai guru honorer, juga berdagang jilbab di Pasar Sirih, Kabupaten Serang. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SERANG – Selama sekitar sepuluh tahun Tamrinatun menjalani pekerjaan sebagai guru honorer. Untuk mendaatkan penghasilan tambahan, ia berjualan kerudung di Pasar Sirih, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Pekerjaan ini mampu memenuhi kebutuhan Tamrinatun serta keluarga. Tetapi di akhir tahun 2018 lalu, ia mulai merasakan pasang surut yang luar biasa dalam usaha sebab ikut terdampak oleh bencana.

“Ketika ada tsunami Selat Sunda tahun 2018 lalu, di situ mulai terasa pemasukan anjlok. Pasar otomatis jadi ikut sepi,” ungkap Tamrinatun ketika ditemui Tim Global Wakaf-ACT pada Kamis (27/1/2022) lalu.


Sementara di sisi lain, saat itu ia sulit untuk menambah stok barang baru akibat keterbatasan modal. Sebab gaji yang ia dapatkan dari mengajar tidak menentu. “Gaji sebagai guru, itu tiga sampai empat bulan sekali. Tentu lebih diutamakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Tamrinatun.

Kondisi tersebut dilalui Tamrinatun hingga saat ini usahanya membaik. Ia terus berjuang membangun usaha, bersamaan dengan pasar yang perlahan memulihkan kondisi dari bencana.

Untuk membersamai ikhtiar Tamrinatun, Global Wakaf-ACT memberikan bantuan modal usaha melalui program Wakaf UMKM. Selain Tamrinarun, ada lima orang pelaku usaha lain di Pasar Sirih yang mendapatkan bantuan modal usaha. Dengan harapan, dapat turut membantu memutar roda perekonomian para pedagang pasar. []