Perjuangan Tim Medis di Palestina Tangani Korban Serangan Zionis Israel

Berdasarkan laporan Tim Klinik Indonesia Dermawan Aksi Cepat Tanggap di Gaza, tim medis pun ikut terluka dalam serangan pasukan bersenjata Israel. Para zionis yang mencoba menghalau datangnya ambulans untuk merawat para korban, menembaki ambulans tersebut dengan peluru karet.

Tim medis Palestina menangani seorang anak yang terluka di Gaza karena serangan udara Israel, Senin (11/5/2021). (Dokumentasi Istimewa)
Tim medis Palestina menangani seorang anak yang terluka di Gaza karena serangan udara Israel, Senin (11/5/2021). (Dokumentasi Istimewa)

ACTNews, YERUSALEM, GAZA – Angkatan bersenjata Israel terus menggencarkan serangannya di hari-hari terakhir bulan Ramadan. Serangan di sekitar Al-Aqsa, hingga tembakan misil ke warga sipil di Gaza, menyebabkan sekitar 22 muslim meninggal dunia, dan ratusan lainnya terluka parah.

Fasilitas kesehatan di Palestina pun disibukkan penanganan para korban. Bukan hanya mereka orang dewasa, korban juga datang dari anak-anak. Tubuh kecil mereka turut terluka.

Berdasarkan laporan Tim Klinik Indonesia Dermawan Aksi Cepat Tanggap di Gaza, tim medis pun ikut terluka dalam serangan pasukan bersenjata Israel. Para zionis yang mencoba menghalau datangnya ambulans untuk merawat para korban, menembaki ambulans tersebut dengan peluru karet.

Layanan kesehatan Palestina sejatinya menanggung beban yang sangat berat, karena sebelum penyerangan ini, mereka juga disibukkan dengan adanya gelombang kedua pandemi Covid-19. Mereka mengeluhkan pasokan obat dan bahan habis pakai yang semakin berkurang. Dua kejadian ini berpotensi untuk melumpuhkan fasilitas kesehatan di Gaza, terlebih jika korban serangan roket semakin bertambah. 

Sementara itu, di Indonesia, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar menyatakan dukungannya ke seluruh tim medis yang merawat para korban luka imbas kekejaman zionis Israel. Ibnu juga mengutuk tindakan pasukan Israel yang menyerang tim medis, menurutnya itu merupakan suatu tindakan biadab.

"Kami mengimbau seluruh umat muslim di luar sana, segera berdiri bersama saudara-saudara di Palestina, agar mereka dapat melanjutkan ketabahan mereka di tanahnya, dan melindungi Masjid Al-Aqsa dari pencemaran zionis," ujar Ibnu, Selasa (11/5/2021).[]