Perjuangan Warga Uganda Dapatkan Air Bersih

Lebih dari separuh penduduk Uganda masih kesulitan mendapat akses ke layanan air bersih. Anak-anak dan perempuan harus berjalan bermil-mil untuk sekadar mengambil air.

krisis air uganda
Anak Uganda yang membawa jerigen untuk mengambil air. (Dok. Flickr)

ACTNews, JAKARTA – Terletak di khatulistiwanya Afrika Timur, Uganda adalah negara yang wilayahnya terkurung daratan. Hal ini menyebabkan negara dengan luas lebih dari 247 ribu kilometer tersebut mengalami kesenjangan akses ke air bersih karena sumber air di wilayah tersebut minim.

Dari keseluruhan populasi warga Uganda, lebih dari separuhnya dilaporkan mengalami kesulitan air bersih dan tidak mendapat akses terhadap sanitasi yang aman dan layak.

Biasanya, tugas mencari air akan diserahkan ke para perempuan dan anak-anak. Mereka harus berjalan bermil-mil untuk menuju sumber air sambil membawa jerigen dan ember kosong. Jarak tempuh yang sama pun juga harus mereka lalui, sambil menenteng air yang memiliki berat lebih dari 40 pon. Terkadang mereka juga membawa beban lebih berat, yakni cucian yang harus dicuci di sumber air tersebut.

Beban sehari-hari ini, telah menyita waktu anak-anak di Uganda. Mereka kehilangan kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan atau mencari pekerjaan yang layak. 

Krisis air pun tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga di kawasan perkotaan informal Uganda. Masyarakat perkotaan–yang sebagian besar juga hidup dalam kemiskinan–harus mengeluarkan 22 persen dari penghasilannya untuk membeli air dari penjual air swasta. Menghabiskan persentase pendapatan yang begitu tinggi untuk air, telah mengurangi pendapatan rumah tangga secara keseluruhan. Membatasi peluang masyarakat Uganda untuk memiliki tabungan dan memutus siklus kemiskinan.

Hal ini pun diperparah dengan merebaknya pandemi Covid-19 di Uganda. Pandemi yang menuntut masyarakat harus selalu menjaga kebersihannya, sangat sulit dilakukan bila tidak ada air bersih. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia per Selasa (12/10/2021), sudah ada lebih dari 12 ribu kasus positif Covid-19 di Uganda, yang diikuti dengan lebih dari 3 ribu kasus kematian.[]