Perjuangan Warga Yaman Mendapat Akses Kesehatan

Warga Yaman amat membutuhkan bantuan untuk penyembuhan dan layanan kesehatan keluarga mereka. Saat layanan medis Indonesia di Yaman ditutup sementara waktu, banyak ibu yang memohon dukungan kesehatan untuk mereka dibuka lagi karena anak-anak mereka mengalami sakit.

Salah satu kegiatan pelayanan medis di Yaman Oktober 2020 oleh relawan Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews)

ACTNews, HAMDAN – Puluhan ibu memohon agar Layanan Medis Aksi Cepat Tanggap Indonesia di Yaman kembali dibuka. Mereka tidak lagi mendapatkan akses kesehatan untuk anak-anak mereka. Keluhan itu disampaikan para ibu di depan Klinik Indonesia di Ablas, Hamdan.

Ahmed Yahia Mohammed, asisten dokter layanan medis Indonesia menjelaskan,  saat ini mereka tidak memiliki lagi biaya operasional dan biaya menyewa fasilitas. “Kami berterima kasih kepada ACT atas semua dukungan dan donasi yang telah diberikan kepada klinik medis di Ablas, seperti penyediaan berbagai jenis obat untuk berbagai jenis penyakit, vaksinasi, dan suplemen untuk anak-anak yang menderita gizi buruk, juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Saat ini, kami berharap ACT mendukung kami dan segera mengirimkan donasi karena kebutuhan kami yang mendesak,” laporan Ahmed kepada ACT pada pertengahan Januari lalu.


Maryam* salah satu orang tua yang menyangkan layanan kesehatan Indonesia berhenti. (ACTNews)

Layanan kesehatan di Ablas Yaman ditutup sekitar minggu kedua bulan Januari. Orang tua pasien turut mengutarakan keprihatinanya. Maryam*, salah satu ibu pasien, berharap layanan medis di Ablas bisa segera dibuka. “Layanan kesehatan ini satu-satunya layanan di area Ablas, Hamdan. Kami membutuhkannya untuk mengobati penyakit yang berkecamuk di wilayah miskin ini. Demi Allah, unit ini sangat membantu kami. Jadi mohon jangan sampai unit kesehatan di Ablas di tutup,” aku Maryam.

Pada April 2020 saja, lebih dari 3.000 balita menikmati cek kesehatan gratis dan suplemen bergizi di unit kesehatan Qa’a Al-irrah di Ablas. Selain Balita, sejumlah 1.360 ibu hamil dan menyusui juga turut merasakan fasilitas cek kesehatan gratis. 

Lebih dari 80 persen populasi di Yaman rentah terhadap penyakit yang sebenarnya bisa mudah ditangani. Hal itu dikarenakan kekurangan makanan, bahan bakar, air minum dan akses ke layanan perawatan kesehatan. Sistem kesehatan telah dihancurkan perang yang tak henti-hentinya di Yaman.[]


*)Nama samaran