Perjuangan Wiwik, Ibu Tunggal yang Merawat Anak Berkebutuhan Khusus

Wiwik sudah sepuluh tahun merawat Ganang (18), anak satu-satunya yang mengalami down syndrome. Setelah ditinggal suaminya, ibu asal Kecamatan Kedungkandang, Malang, itu harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Ganang (kiri) dan Wiwik saat ditemui relawan MRI Malang di tempat tinggal mereka. (ACTNews/Saiful Anam)

ACTNews, MALANG – Wiwik (45) tidak kenal lelah mengurus semua kebutuhan Ganang (18), anak tunggalnya yang mengalami down syndrome. Karena kebutuhan khusus itu, Ganang tidak bisa bertumbuh seperti remaja seusianya. Keadaan itu juga membuat Wiwik harus terus mendampingi Ganang.

Ibu yang tinggal di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu juga sudah sepuluh tahun menanggung semua kebutuhan hidup keluarga seorang diri. Demi melanjutkan kehidupan dirinya dan Ganang, Wiwik bekerja paruh waktu sebagai asisten rumah tangga. Ia mulai bersiap kerja setelah subuh dan selesai saat waktu sore tiba.

“Sebenarnya saya khawatir saat bekerja. Duh, bagaimana keadaan anakku?” ketakutan itu dirasakan Wiwik setiap hari. Ia harus mengunci Ganang seorang diri dari luar. Siang hari, ia pun izin pulang sebentar untuk memastikan Ganang sudah makan siang dan dalam kondisi yang aman.

Penghasilan dari menjadi asisten rumah tangga pun terbatas untuk memenuhi kebutuhan makan dan membiayai kos bulanan. Selama 10 tahun terakhir Wiwik dan Ganang juga berpindah tempat tinggal.

“Saya berharap suatu hari punya rumah sederhana biar bisa buka warung. Jadi bisa bekerja di rumah dan menjaga Ganang sehingga tidak khawatir lagi,” kata Wiwik lirih, kemudian terdiam sejenak.

Tim Masyarakat Relawan Indonesia - ACT Malang berkesempatan mengunjungi Wiwik dan Ganang awal Oktober lalu. Kunjungan itu sekaligus untuk memberikan bantuan bahan makanan untuk mereka.

Intan Safitri dari Tim MRI - ACT Jatim mengajak Sahabat Dermawan untuk membersamai Wiwik dan Ganang. “Sahabat Dermawan bisa langsung menghubungi ACT dan MRI Malang untuk memberikan sedekah terbaik bagi ibu Wiwik,” ajak Intan.[]