Perkuat Bantuan untuk Sesama melalui Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan

Sebanyak 63 cabang ACT di 34 provinsi menjadi posko induk nasional selama bencana ini. Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan akan menjadi pusat bantuan dan informasi terkait bencana besar di Sulbar dan Kalsel.

Ilustrasi. Pasokan Beras Wakaf yang berada di Wakaf Distribution Center, pusat layanan pangan gratis untuk warga prasejahtera dan korban bencana. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) segera melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk merespons bencana alam di Sulawesi Barat. Tidak hanya kebutuhan pangan, kebutuhan medis dan kebutuhan logistik menjadi hal yang paling diperlukan korban bencana di fase tanggap darurat. Sejalan dengan itu, ACT juga menyiapkan Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan untuk untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan kepedulian terbaiknya.

Ardiansyah selaku Director of Strategic Marketing & Communication ACT mengatakan bahwa selama masa tanggap darurat ini para relawan ditempatkan secara langsung di lokasi-lokasi bencana dan terus aktif di semua titik kantor cabang ACT.

“Kami mengirimkan relawan-relawan dalam masivitas aksi, langsung beraksi di lokasi bencana seluruh Indonesia. Sebanyak 63 cabang ACT di 34 provinsi menjadi posko induk nasional selama bencana ini. Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan akan menjadi pusat bantuan dan informasi. Selanjutnya, para relawan kami juga mengajak para tokoh, mitra, media, dan lainnya untuk mengajak kolaborasi yang kita sebut Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan di seluruh provinsi. Tiap cabang nantinya akan ada sekitar 10 Lumbung Peduli. Jika ditotal akan terbentuk sekitar 600 lumbung yang tersebar di berbagai wilayah,” jelas Ardiansyah.

Hingga saat ini, untuk bantuan bencana di Sulawesi Barat, ACT telah melakukan pengiriman bantuan sebanyak 10 truk dengan total 10 ton bantuan tiap armada. Bantuan ini akan membersamai para pengungsi yang berjumlah sekira 15 ribu jiwa. “Dengan total pengungsi yang banyak, kami mengajak masyarakat Indonesia, untuk peduli berdonasi bersama untuk memberikan bantuannya untuk penyediaan bantuan pokok, medis dan lainnya. Kami akan mengirimkan Kapal Kemanusiaan, dari tiga titik yaitu dari Sumatra, Jawa Timur, dan Jakarta.  Selanjutnya, kami juga akan mengirimkan bantuan pemulihan,” tambah Ardi.

Selama persiapan berlayarnya Kapal Kemanusiaan, jumlah Lumbung Peduli pun akan terus bertambah. Hal ini sebagai ikhtiar lembaga untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan hingga menjadi pusat informasi. Tidak hanya menyediakan Lumbung Peduli, ACT juga memasifkan peran Relawan Filantropi Indonesia agar bantuan yang sudah terkumpul langsung dapat didistribusikan secara masif pula di berbagai daerah.

“Relawan Filantropi Indonesia menjadi medium untuk mengajak bersama-sama menjadi relawan baik dalam bidang emergency maupun filantropi. Ini tidak hanya simbolik, tetapi sebuah spirit kepedulian untuk sesama manusia dan sesama sebangsa tanah air. Yang jauh saja dibantu, apalagi yang di dekat. Relawan filantropi Indonesia menjadi tempat pembuktian solidaritas kita terhadap sesama. Ini panggilan darurat kemanusiaan,” tambahnya.


Gerakan Relawan Filantropi Indonesia diluncurkan pada Senin (18/1/2021) sebagai upaya memasifkan aksi kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. (ACTNews/Dyah Sulistiowati)

Dengan semakin banyaknya Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan, di cabang-cabang Aksi Cepat Tanggap seluruh Indonesia, para donatur dapat datang langsung membawa bantuan ke posko tersebut. Fadli selaku Head of Regional Sumatera ACT juga menambahkan bahwa ACT telah mulai memasifkan jumlah Lumbung Peduli, tidak hanya di kantor pusat ACT di Jakarta, namun juga di berbagai titik di Sumatra.

“Di Pulau Sumatra, ACT memiliki 14 cabang. Kami akan membuat Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan di berbagai lokasi cabang dengan total sekitar 100 lumbung. Insyaallah, dalam waktu 2-3 minggu ke depan kami akan mengirimkan bantuan pascabencana juga. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintahan dan para mitra yang ada di sini. Kami mengajak seluruh masyarakat bisa hadir ke posko induk maupun lumbung peduli yang telah ACT siapkan tidak hanya di cabang Sumatra saja, tetapi juga di cabang-cabang provinsi lainnya,” tambah Fadli.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sebagai program unggulan ACT, Kapal Kemanusiaan pernah mengirimkan bantuan untuk warga terdampak gempa Lombok, bencana Palu, Sigi, dan Donggala, musibah kelaparan di Papua bahkan bantuan ke Palestina, Bangladesh (Rohingya), hingga ke Somalia. Pada tahun ini, khusus regional Sumatera, ACT akan mengirimkan 3 kapal kemanusiaan. Lokasi Kapal Kemanusiaan akan dikirimkan melalui provinsi Sumatra Utara dari titik Belawan, dari titik Teluk Bayur, dan Sumatra Selatan dari titik kota Lampung. []