Perkuat Perjuangan Yatim Penghafal Al-Qur’an di Bekasi

Usia Alya yang masih 11 tahun dan hanya tinggal bersama ibu dan neneknya tak menjadi alasan putus asa belajar. Ia tetap bersekolah dan berkeinginan menghafal 30 juz Al-Qur’an.

1
Alya saat menerima bantuan biaya pendidikan dari Global Zakat. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Rona bahagia tak bisa Alya Sri Renata (11) tahan saat tim Global Zakat berkunjung ke kediaman sederhana yang ditinggali bersama ibu dan neneknya di Jalan Parkit Raya, Perumnas 1, Kota Bekasi, Rabu (28/4/2021). Alya merupakan yatim kelas 5 SD yang juga tengah berjuang menjadi penghafal Al-Qur’an. Semangat begitu tinggi walau kehidupan ekonominya begitu sederhana.

Sejak usia dua setengah tahun, Alya telah ditinggal sang ayah. Kini, ia hidup bersama ibu dan neneknya. Untuk memenuhi kebutuhan harian, sang ibu yang menjadi orang tua tunggal membuka usaha jualan makanan ringan, seperti sosis bakar. Alya pun tak segan membantu usaha ibunya, sambil disela aktivitasnya, ia menghafal Al-Qur’an dengan target 30 juz.

Melihat semangat Alya yang begitu tinggi, kehadiran Global Zakat pada Rabu itu tak sekadar menyambung silaturahmi. Akan tetapi, bantuan biaya pendidikan melalui program Sahabat Pelajar Indonesia diserahkan. Bantuan ini merupakan wujud nyata kebermanfaatan dana zakat mal masyarakat yang disalurkan melalui Global Zakat.

“Kehidupan sederhana yang Alya jalani tak menjadi halangan baginya untuk terus bersemangat menghafal Al-Qur’an. Cita-citanya pun begitu mulia, bisa mengkhatamkan 30 juz,” ungkap Ihsan Hafizhan dari tim Program Global Zakat Bekasi.

Sebelum Alya, Global Zakat telah menyerahkan bantuan serupa ke pelajar lain di berbagai tempat. Ikhtiar ini merupakan bagian dari mewujudkan manfaat zakat mal.

“Zakat bukan hanya zakat fitrah saja di bulan Ramadan. Kita pun bisa menunaikan zakat mal di luar Ramadan. Manfaatnya begitu nyata terlihat,” ujar Ihsan.[]