Perlengkapan Sekolah untuk Anak Terdampak Banjir Samarinda

Menjelang tahun ajaran baru, anak-anak terdampak banjir Samarinda menghadapi permasalahan baru. Pakaian seragam hingga peralatan sekolah mereka yang terendam banjir, hampir tidak bisa digunakan.

Perlengkapan Sekolah untuk Anak Terdampak Banjir Samarinda' photo

ACTNews, SAMARINDA  Banjir besar yang melanda Samarinda beberapa waktu lalu turut berimbas pada perlengkapan sekolah anak-anak. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi orang tua, mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai. Oleh karenanya, ACT memberikan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak usia sekolah d Samarinda.

Kamis (4/7), 150 anak setara SD dan SMP di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda mendapatkan paket perlengkapan sekolah. Paket itu berisi tas, buku, tempat pensil, dan alat tulis. Riski Andriani dari tim Global Zakat-ACT mengatakan, pendistribusian ratusan paket ini dibantu pihak kelurahan dan keamanan setempat.

"Semoga bisa jadi penyemangat dan memberikan kebahagiaan untuk adik-adik yang terdampak banjir, dalam menyambut kembali tahun ajaran baru," kata Riski.

Kegembiraan nampak di wajah anak-anak tersebut saat membawa tas baru untuk sekolah nanti. salah satu ibu sang anak pun mengucapkan rasa syukur untuk setiap donatur yang telah membantu meringankan beban mereka pasca banjir ini.

“Kami jarang-jarang dapat bantuan, apalagi alat sekolah gini. Barang-barang kami di sini kemarin terendam banjir semua, termasuk yang buat sekolah anak-anak. Senang lah dapet bantuan gini, jadi tidak perlu susah-susah nyari lagi,” jelas Siti Zubaidah (46).

Tri Andarmo selaku Lurah Kelurahan Sidodadi juga mengucapkan terima kasih kepada tim ACT. Ia berharap ke depannya ada kerja sama, khususnya di bidang sosial, kemanusiaan, hingga pemberdayaan masyarakat.


Dalam waktu dekat, ACT berencana melakukan pengasapan di wilayah tersebut. Kegiatan ini untuk memastikan tidak adanya sebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah.

Di kelurahan lain yang juga terdampak banjir, tepatnya Gunung Lingai, sudah terdapat beberapa kasus tersebarnya penyakit pascabanjir, termasuk demam berdarah. Sekretaris Lurah Gunung Lingai Ida, didapati 50 kasus warga sakit karena kurangnya kebersihan lingkungan setelah banjir, termasuk DBD.

“Kasus ini kami dapati setelah rutin melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga,” kata Ida pada  Rabu (3/7) lalu. Ia mengapresiasi ACT yang membagikan paket alat kebersihan di wilayah yang dipimpinnya.[]

Bagikan