Perluas Penjajahan, Israel Bangun Ribuan Selter Ilegal di Wilayah Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina yang berbasis di Tepi Barat pun mengatakan rencana pemukiman baru memiliki dampak bencana besar pada kedamaian warga di sana. Warga Palestina kerap mendapat penindasan tidak hanya dari pasukan Israel, namun juga dari para pemukim.

pemukiman ilegal israel
Ilustrasi. Israel akan membangun ribuan selter ilegal di Tepi Barat. (AP Photo/Ariel Schalit)

ACTNews, TEPI BARAT – Otoritas pendudukan Israel secara resmi telah mengumumkan rencananya membangun lebih dari 1.300 selter untuk pemukim ilegal Israel di Tepi Barat. Proyek ini menambah daftar ribuan bangunan lainnya yang telah dibangun secara ilegal.

Bangunan-bangunan tersebut direncanakan akan dibangun di tujuh wilayah di Tepi Barat. Sementara lebih dari 3.000 selter diumumkan Israel akan memulai pembangunannya pada pekan ini. Kondisi itu memaksa warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut untuk mencari tempat tinggal di kawasan lain.

Kementerian Luar Negeri Palestina yang berbasis di Tepi Barat pun mengatakan rencana pemukiman baru memiliki dampak bencana besar pada kedamaian warga di sana. Warga Palestina kerap mendapat penindasan tidak hanya dari pasukan Israel, namun juga dari para pemukim. Banyak kasus sering dijumpai para pemukim yang menyerang dan merusak berbagai fasilitas milik warga Palestina di Tepi Barat.

Kebijakan pembangunan lebih banyak selter ini pun berpotensi meningkatkan intensitas serangan para pemukim ke warga Palestina. Sejumlah kelompok hak asasi kemanusian menilai Israel bertindak seperti pemerintah aneksasi. 

Hal senada pun disampaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland menyatakan keprihatinan mendalam atas pengumuman perluasan permukiman Israel.

"Hari ini, pihak berwenang Israel mengumumkan tender untuk pembangunan lebih dari 1.300 unit rumah di Tepi Barat. Saya tegaskan bahwa semua pemukiman ilegal menurut hukum internasional dan harus segera dihentikan," kata Wennesland.

Ada sekitar 475 ribu warga Israel yang tinggal di permukiman di Tepi Barat. Menurut hukum internasional, ratusan ribu pemukim tersebut tinggal secara ilegal dan mencegah warga Palestina untuk memiliki lahan yang cukup untuk masa depan mereka. Israel diketahui telah menjajah Tepi Barat sejak 1967 dan menjalankan kontrol administratif secara penuh.[]