Permudah Akses Air Bersih untuk Siswa Sekolah Miskin di Ghana

Sumur Wakaf dibangun di salah satu sekolah miskin di Ghana. Hal ini bertujuan mempermudah akses para murid yang sebelumnya harus berjalan sangat jauh untuk mendapat air.

sumur wakaf ghana
Murid sekolah di Ghana berdiri di depan Sumur Wakaf dari dermawan Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, ASHANTI REGION – Krisis air sudah menjadi permasalahan tak berujung di banyak negara di Benua Hitam. Dilansir dari CTGN, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan, hanya sekitar 24 persen populasi di Sub-Sahara Afrika yang memiliki akses ke air bersih yang aman untuk digunakan.

Salah satu negara di Afrika yang cukup sulit mendapatkan air bersih ialah Ghana. Di beberapa wilayah, penduduk harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

Kekurangan sumber air ini memiliki dampak besar, tidak hanya pada mata pencaharian dan sosial ekonomi, namun juga kesehatan penduduk Ghana, khususnya anak-anak. Di salah satu sekolah di Desa Maase, Distrik Afigya Kwabre, Kota Ashanti, misalnya. Murid-murid di sana dilaporkan harus berjalan cukup jauh guna memperoleh air bersih untuk diminum.

Global Wakaf hadirkan Sumur Wakaf

Menanggulangi permasalahan air bersih di Ghana, Global Wakaf-ACT berikhtiar menghadirkan sumber air tak jauh dari sekolah di Desa Maase. Didukung wakif dari Indonesia, Sumur Wakaf diharapkan mampu memberikan air bersih tanpa perlu jauh untuk mencarinya.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response-ACT, menjelaskan, lebih dari seribu siswa, staff, dan masyarakat di sekitar sekolah tersebut menjadi penerima manfaat Sumur Wakaf yang telah selesai pembangunannya pada awal November lalu.

"Sumur ini dapat menghasilkan hingga 10 ribu liter air per jamnya. Para murid dan masyarakat sekitar tidak perlu khawatir terhadap kebersihan air, karena air dari sumur akan melewati sistem penyaringan sehingga air yang dihasilkan menjadi bersih dan layak dikonsumsi," jelas Firdaus, Rabu (17/11/2021).


Salah satu guru di sekolah tempat dibangunnya Sumur Wakaf. (ACTNews)

Agyman Boaten, salah satu staf pengajar di sekolah tersebut mengaku sangat bersyukur atas dibangunnya Sumur Wakaf di sekolahnya.

"Saya dan semua guru serta staf di sini, sangat berterima kasih kepada tim Global Wakaf-ACT dan para dermawan yang telah membangun Sumur Wakaf di dekat sekolah kami. Melalui sumur ini, kami berharap mendapatkan akses air yang mudah terutama untuk murid-murid kami," ujarnya.

Selain untuk konsumsi, Sumur Wakaf ini juga bermanfaat dalam membantu komunitas muslim di sana untuk beribadah. Di mana populasi muslim di wilayah Ashanti termasuk cukup tinggi ketimbang wilayah lainnya di Ghana. "Air bersih sumur ini bisa mereka pakai untuk berwudu. Menghilang segala najis dan kotoran sebelum mulai beribadah," pungkas Firdaus.[]