Pertanian Hancur, Jutaan Warga Kenya Hadapi Kerawanan Pangan Akut

Produksi pertanian di Kenya menurun hingga 66 persen akibat curah hujan yang turun drastis tahun ini. Hal ini memicu kerawanan pangan akut ke jutaan warga Kenya yang menjadikan pertanian sebagai sumber pangan utama.

kerawanan pangan kenya
Ilustrasi. Jutaan warga Kenya menghadapi kerawanan pangan akut. (Reuters/Goran Tomasevic)

ACTNews, KENYA – Curah hujan menurun drastis di Kenya. Di beberapa wilayah seperti Lamu Turkana, Marsabit, Samburu, Garissa, Kilifi hungga Taita Taveta, hujan yang turun hanya 26 persen dari curah hujan normal. Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta secara resmi juga telah menyatakan kekeringan di beberapa wilayah sebagai bencana nasional.

Hal ini pun berdampak pada sektor pertanian yang produksinya turun drastis. Sebeb, tanaman petani banyak yang mati karena tidak mendapat asupan air yang cukup. Penurunan produksi pertanian diperkirakan mencapai 66 persen pada tahun ini.

Hal tersebut memiliki dampak yang sangat besar bagi Kenya, karena banyak masyarakat yang sangat menggantungkan produksi pertanian untuk menyambung hidup. Belum lagi di Turkana dan Garissa merupakan daerah yang menampung pengungsi internal. Di mana kondisi mereka yang sudah rentan, menjadi semakin kritis karena kehilangan sumber pangan terbesar.

Para peternak pun dilaporkan mengalami kerugian sangat besar. Selain karena sulit untuk memberi makan ternak mereka sebab minim tanaman, para peternak juga kesulitan untuk memberikan air minum yang cukup ke ternak. Produksi pangan dari peternakan seperti daging dan susu pun dilaporkan anjlok.

Diperkirakan, lebih dari 2 juta warga Kenya mengalami kerawanan pangan akut hingga 6 bulan ke depan akibat sektor pertanian yang hancur. Angka tersebut pun berpotensi bertambah jika Kenya tak segera mendapat bantuan kemanusiaan seperti air bersih dan pangan.

Belum lagi negara dengan penduduk 10 persennya muslim tersebut tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup parah. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, per Selasa (5/10/2021), ada lebih dari 250 ribu kasus positif Covid-19 di Kenya. Diikuti dengan lebih dari 5 ribu kasus kematian.

Pandemi Covid-19 telah membuat sektor ekonomi di Kenya mengalami kesulitan yang cukup parah. Harga pangan melambung, sementara ekonomi rumah tangga tiap keluarga menurun. Membuat anggaran untuk membeli makanan, terbilang sangat besar dan sulit untuk dipenuhi Keluarga-keluarga di Kenya.[]