Perut Lama Tak Terisi, Jutaan Warga Yaman Alami Malnutrisi

Tingkat malnutrisi di antara wanita dan anak-anak di Yaman juga termasuk salah satu yang tertinggi di dunia, dengan 1,2 juta wanita hamil atau menyusui dan 2,3 juta anak di bawah usia lima tahun membutuhkan perawatan untuk malnutrisi akut.

Anak-anak di Kota Taiz, Yaman menerima bantuan pangan.  (ACTNews)
Anak-anak di Kota Taiz, Yaman menerima bantuan pangan. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Sebuah pemandangan kontras terlihat di sejumlah rumah di Kota Taiz, Yaman. Anak-anak tersenyum berdiri di depan pintu rumah mereka yang telah lapuk. Hari itu mereka bersiap menyambut seseorang: relawan Aksi Cepat Tanggap.

Bukan sekedar berkunjung, kehadiran para relawan membawa sebuah bungkusan berisi bantuan pangan berisi tepung, beras, makanan kaleng, hingga minyak goreng. Tatapan mata anak-anak tidak bisa beralih dari bawaan yang dibopong para relawan. Begitu bawaan tersebut diturunkan, mereka langsung memegangnya, seperti mereka tidak pernah melihat benda-benda tersebut sebelumnya. Senyum menjelma tawa di wajah anak-anak tersebut. Bantuan pangan ini diberikan kepada warga Yaman dalam upaya memerangi krisis pangan di negara tersebut.

Berdasarkan data World Food Programme, tingkat krisis pangan yang saat ini terjadi, merupakan salah satu yang terparah  yang pernah terjadi di Yaman. Meskipun bantuan kemanusiaan sempat datang dari PBB, tidak serta merta membuat masyarakat di Yaman terhindar dari kerawanan pangan. Masih ada sekitar 16,2 juta jiwa warga Yaman yang mengalami krisis pangan.

Angka gizi buruk pada anak di Yaman juga merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. WFP mencatat hampir sepertiga keluarga di Yaman memiliki kesenjangan dalam pola makan dan hampir tidak pernah mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran, buah, produk susu, atau daging.

Tingkat malnutrisi di antara wanita dan anak-anak di Yaman juga termasuk salah satu yang tertinggi di dunia, dengan 1,2 juta wanita hamil atau menyusui dan 2,3 juta anak di bawah usia lima tahun membutuhkan perawatan untuk malnutrisi akut.

Dalam ikhtiar memperkecil angka kerawanan pangan di Yaman, sekaligus meminimalisir meningkatkannya angka malnutrisi pada anak, Aksi cepat Tanggap lewat program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam memberikan ratusan paket bantuan logistik untuk masyarakat prasejahtera di Yaman.


Bantuan pangan Sahabat Dermawan hadir untuk masyarakat Taiz, Yaman. (ACTNews)

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap melaporkan, pada 15-20 April, ratusan paket logistik diantarkan bagi penduduk Kota Taiz. “Relawan kita membopong langsung paket tersebut, melewati gang-gang sempit di sana agar paket bantuan bisa diterima langsung di depan pintu rumah warga Yaman," ujarnya. Selasa (27/4/2021).

Paket pangan yang dihadirkan Aksi Cepat Tanggap merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia. Firdaus mengajak keterlibatan para dermawan di berbagai wilayah untuk turut andil memberikan bantuan pangan ke warga Yaman. “Terutama di bulan Ramadan ini, mereka terpaksa tetap menahan lapar padahal waktu berbuka telah tiba, karena tidak memiliki hidangan untuk disantap saat berbuka. Maka dari itu, bantuan pangan akan sangat berarti untuk mereka,” jelas Firdaus.[]