Pesan dari Pasien Sembuh Corona kepada Masyarakat Indonesia

Pasien 1, 2, dan 3 dinyatakan terbebas dari virus corona pada Senin (16/3) kemarin setelah mendapatkan perawatan kurang lebih selama dua minggu di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketiganya berpesan untuk menjaga kesehatan dan tidak menghakimi pasien dengan informasi yang tidak bertanggung jawab. Selain itu mereka juga mengapresiasi tenaga kesehatan yang telah bekerja keras menghadapi virus ini.

Pesan dari Pasien Sembuh Corona kepada Masyarakat Indonesia' photo
Simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). (Antara Foto/Ari Bowo Sucipto/AMA)

ACTNews, JAKARTA – Pasien 1, 2, dan 3 yang terjangkit virus corona di Indonesia akhirnya sembuh setelah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketiga pasien ini dinyatakan sembuh pada Senin (16/3) kemarin, atau sekitar dua pekan setelah mereka diketahui terinfeksi pada Senin (2/3) silam.

Dalam konferensi pers itu, Pasien 2 mengapresiasi tenaga-tenaga kesehatan yang telah berjuang untuk kesembuhan mereka. Ia berharap, apresiasi serupa diberikan pemerintah terhadap mereka yang mesti berjuang langsung meyembuhkan pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19.

“Karena baik dokter, suster, pekerja lab, dan cleaning service sangat membantu kami dan mereka 24 jam siap mendampingi kami. Dan kami ingin sekali pemerintah memberikan penghargaan, apresiasi, dan insentif untuk mereka yang 24 jam di garda depan,” kata Pasien 2.


Menyemprotkan disinfektan di ruang publik seperti kantor, menjadi salah satu upaya pencegahan virus corona. (ACTNews/Hafid Rezha Maulana)

Pasien 1 mengingatkan juga kepada masyarakat agar mendukung pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19. Salah satunya dengan tidak menyebarkan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu ia mengimbau untuk tidak menghamiki pasien dengan stigma negatif.

“Untuk orang-orang di luar, jangan menghakimi pasien yang positif Covid-19 dengan berbagai stigma negatif karena pasien yang akan menjadi korban 2 kali. Karena selama saya diisolasi, satu minggu mungkin saya menangis terus. Karena saya tahu yang dibicarakan oleh beberapa media dan orang-orang yang menyebarkan mengenai saya dan ibu saya,” kata Pasien 1, yang merupakan anak dari Pasien 2. Kala itu identitas Pasien 1 tersebar luas dan beberapa orang kata dia, bahkan menyerang profesinya sebagai penari.

Sementara Pasien 3 mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap menjaga kesehatan dan waspada. Ia berpesan dengan pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, penderita yang terinfeksi virus corona dapat sembuh.

“Jadi sebenarnya kita punya kekuatan dari dalam diri kita untuk menyembuhkan asal kita disiplin minum air putih yang banyak, istirahat yang benar, asupan gizi, sayuran, dan vitamin yang benar, jaga immune system dan laksanakan personal hygine yang ketat, rajin cuci tangan, dan dengarkan saran pemerintah. Kalau memang kita diminta untuk social distance dan pembatasan sosial untuk sementara, kita lakukan sebaik mungkin,” pesan Pasien 3.


Hingga kini dari total terdapat 134 orang yang terinfeksi Covid-19, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI. Sebanyak 8 orang di antaranya dinyatakan sembuh, termasuk pasien 1,2, dan 3.

Berbagai pihak terus melakukan langkah pencegahan virus corona di masyarakat, salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT sudah membantu pencegahan seperti ini dengan membagikan ratusan ribu masker gratis kepada publik di Bandara Soekarno Hatta dan WNI yang berada di Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Cina.

Penyuluhan juga terus dilakukan. Hingga Kamis (12/3), setidaknya 13.500 orang telah mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19 dari ACT. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan diluaskannya sosialisasi di luar Jakarta. "Tim medis kami juga memberikan Training of Trainers di cabang-cabang ACT di seluruh Indonesia. Harapannya, penyuluhan ini dapat meluas hingga ke wilayah terpencil," kata dokter Muhammad Riedha Bambang dari tim medis ACT. []