Pesan Perdamaian dari Bantuan Kemanusiaan

Di tengah tegangnya konflik sipil dan ketidakpastian ekonomi, bantuan kemanusiaan dari dermawan Indonesia hadir sebagai pesan perdamaian dan ikhtiar kepedulian.

Pesan Perdamaian dari Bantuan Kemanusiaan' photo
Sejumlah warga di Bamako, Mali, mengantre untuk menerima bantuan pangan, Ahad (9/2). Setiap keluarga menerima hampir 30 kilogram makanan. Bantuan itu merupakan wujud kepedulian dermawan Indonesia melalui program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam. (ACTNews)

ACTNews, BAMAKO – Ali tidak pernah mendengar nama Indonesia sebelumnya. Negeri yang terletak lebih dari 13.000 kilometer jauhnya dari Bamako, ibu kota Mali, di Afrika Barat. Sepaket bantuan pangan yang ia terima Ahad (9/2) itu membuatnya tahu, bahwa ada dermawan di negeri yang terletak di jalur khatulistiwa ini.

“Kami amat berterima kasih kepada para dermawan,” kata Ali kepada relawan Aksi Cepat Tanggap di Mali.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT melaporkan, bantuan pangan tersebut diberikan kepada 77 kepala keluarga di Bamako. Masing-masing kepala keluarga menerima hampir 30 kilo gram paket pangan. “Ada beras 25 kilogram, susu bubuk, minyak masak, dan dua kilogram gula. Bantuan ini merupakan amanah dari Bukalapak dan sejumlah mitralainnya,” kata Said.

Bantuan kemanusiaan ini, harap Said, dapat mengantarkan pesan perdamaian dan ikhtiar menjalin silaturahmi dengan menolong sesama. Ia juga berharap, pesan perdamaian melalui bantuan kemanusiaan dapat dimaknai oleh para dermawan maupun penerima manfaat.

“Kita ingin menyampaikan, bahwa melalui bantuan kemanusiaan, pesan perdamaian hadir di tengah saudara-saudara kita di Mali. Kepada penerima manfaat, kita ingin merangkul, bahwa masih banyak orang-orang yang peduli,” tambah Said.

Hingga saat ini, konflik di Mali masih terus mengalami eskalasi. Human Right Watch melaporkan, kelompok-kelompok bersenjata di Mali telah meningkatkan serangan mereka terhadap warga sipil. Berdasarkan laporan yang diterima HRW pada 2019, setidaknya 456 warga sipil tewas, dan ratusan lainnya luka-luka.[]


Bagikan