Pesantren Al Ansor Minim Sumbangan Saat Ramadan

Berbeda dari kebanyakan pesantren, di Pesantren Al Ansor, Desa Ciloma, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, justru tetap sepi dukungan. Pesantren dengan akses menggunakan perahu ini, sama sekali tidak mendapatkan sumbangan jika bulan Ramadan tiba.

Kondisi Masjid Al Ansor Desa Ciloma Kecamatan Cibitung Kota Sukabumi. (ACTNews/Masita)

ACTNews, SUKABUMI – Bulan Ramadan identik dengan sumbangan yang berlimpah. Orang-orang berlomba untuk menyumbangkan harta atau uang mereka di bulan penuh berkah ini. Pondok pesantren juga turut menjadi salah satu tujuan para dermawan di bulan penuh keberkahan itu.

Namun, berbeda dari kebanyakan pesantren, di Pesantren Al Ansor, Desa Ciloma, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, justru tetap sepi dukungan. Pesantren dengan akses menggunakan perahu ini, sama sekali tidak mendapatkan sumbangan jika bulan Ramadan tiba.

“Tidak ada sumbangan,” ujar Syamsuddin, pemilik sekaligus pengurus pesantren Al Ansor. Tidak ada masyarakat yang menyumbang. Menurut Syamsudin, penyebabnya karena warga di sekitar pesantren pun masih sulit memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. 

Walaupun begitu, kegiatan bulan Ramadan di pesantren Al Ansor biasanya tetap ramai. Santri dan santriwan biasanya tadarus Al-Qur’an dan buka puasa bersama, pesantren kilat juga diselenggarakan, bahkan warga juga ikut dalam salat tarawih berjamaah.

“Salat tarawih biasanya ramai.  Masjid selalu penuh kalau ramadan tiba,” tambah Syamsuddin.

Tim Program Aksi Cepat Tanggap Sukabumi Resdiana, yang datang langsung meninjau kondisi Pesantren Al Ansor, menjelaskan, ACT berikhtiar mendukung operasional Pesantren Al Ansor. Selain akses menuju pesantren yang sulit, kondisi asrama santri di Pesantren Al Ansor pun tidak layak huni. “Semoga menjelang Ramadan nanti, keberkahan berlimpah, sehingga para pengurus dan santri bisa menjalankan Ramadan kali ini dengan lebih baik. Sahabat dermawan bisa langsung menghubungi ACT Sukabumi atau menyedekahkan harta terbaik melalui Indonesia Dermawan Sukabumi,” harap Resdi.[]