Pesantren di Malang Ikuti Penyuluhan Mitigasi Covid-19

ACT Malang memulai pencegahan penularan Covid-19 dengan memberikan penyuluhan ke sejumlah wilayah, salah satunya Pesantren Al Izzah Putra, Kota Batu, Jawa Timur.

Dokter Arini Retno dari Tim Medis Aksi Cepat Tanggap mengedukasi santri Pesantren Al Izzah Putra Kota Batu, Sabtu (14/3). (ACTNews/Muhammad Ihsan Syamsonda)

ACTNews, BATU – Meredam dampak virus corona, Aksi Cepat Tanggap Malang menggelar edukasi pencegahan wabah Covid-19, Sabtu (14/3). Edukasi dilakukan di Pesantren Al Izzah Putra, Kota Batu, Jawa Timur. Sejumlah 450 santri mengikuti edukasi ini. 

Dokter Arini Retno dari Tim Medis dari Aksi Cepat Tanggap menyampaikan informasi terkait penyebaran, indikasi orang terjangkit Covid-19, dan tindakan preventif untuk menghindari penularan. Ia mengatakan, virus corona perlu diwaspadai namun tidak boleh panik sehingga menjadi ketakutan yang belebihan.

“Wabah corona sangat kecil untuk tingkat kematiannya dibandingkan MERS atau wabah lainnya. Jadi jangan panik tapi tetap harus waspada dan siaga,” kata dr. Arini Retno

Iqrok Wahyu Perdana dari Tim Program ACT Malang menerangkan, melalui edukasi ini, santri diharapkan memiliki pengetahuan terkait Covid-19. “Ini menjadi langkah untuk menghindari terjangkitnya virus,” kata Iqrok. ACT Malang terus berikhtiar mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan melakukan pola hidup bersih sehingga penyebaran virus corona dapat dicegah.

Sebelumnya, ACT telah mengirimkan ribuan paket masker pada awal Maret untuk para pekerja warga negara Indonesia yang ada di Hongkong, Singapura, Taiwan, Macau, dan Korea Selatan. Ribuan masker dikirim dan didistribusikan khusus untuk para pekerja mengingat keterbatasan masker yang tersedia.[]