Pesantren Layak Huni Hapus Keprihatinan Ustaz Tatang dan Santrinya

Tatang Zaelani kerap merasa sedih saat melihat anak didiknya harus belajar di luar ruangan karena jumlah santri yang banyak dan luas ruangan yang terbatas. Namun, kini para santri bisa belajar di bangunan yang layak, berkat kebaikan dermawan.

Pesantren Layak Huni Hapus Keprihatinan Ustaz Tatang dan Santrinya' photo
Ustaz Tatang dan para santrinya mengadakan kegiatan mengajar dan belajar di bangunan baru. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA - Belajar mengaji dan menimba ilmu di ruangan yang nyaris roboh menjadi rutinitas santri-santri Pesantren Al Barokah. Berdiri sejak 25 tahun lalu, pesantren yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya ini belum pernah direnovasi. 

Kondisi bangunan Pesantren Al Barokah amat memprihatinkan. Bilik kayu nampak bolong dan atap bangunan telah bocor. Luas ruangan yang terbatas pun kini tak mampu menampung sekitar 150 santri yang mengenyam pendidikan di Pesantren Al Barokah. Sering kali para santri belajar berdesakan, bahkan sebagian belajar di luar beralaskan tikar.

Tatang Zaelani selaku Pimpinan Pesantren Al Barokah kerap merasa sedih saat melihat anak didiknya harus rela belajar di luar ruangan karena jumlah santri yang banyak dan luas ruangan yang terbatas. “Ya memang sejak saya dan keluarga mendirikan pesantren ini, belum pernah direnovasi dan ukurannya segitu-gitu aja. Kadang suka ngerasa cukeri (sedih) kalau ada santri yang rela belajar di luar ruangan,” ungkap Tatang.

Namun, keprihatinan itu runtuh seiring diruntuhkannya beberapa bagian bangunan lama pesantren yang rusak. Pertengahan Januari lalu, ACT Tasikmalaya merenovasi bangunan pesantren agar lebih layak dihuni. Sebulan berlalu, bangunan baru itu kini sudah bisa digunakan oleh para santri.

“Alhamdulillah kemarin Ahad sudah kami serah terimakan bangunan baru itu ke pihak pesantren. Semoga para santri bisa belajar dengan nyaman di bangunan baru ini. Dan tentu saja, semoga Pesantren Al Barokah makin meluaskan maslahat ke masyarakat” ungkap M. Fauzi dari Tim Program ACT Tasikmalaya, Kamis (20/2).

Selain menjadi tempat belajar, pesantren ini juga menjadi tempat pertemuan masyarakat setempat. Misalnya saja, kegiatan posyandu dan pengajian ibu-ibu. Selain bangunan yang kokoh, ACT Tasikmalaya juga melengkapi kebutuhan pesantren tersebut, seperti karpet, rak untuk Alquran, dan kipas angin. 

“Sekarang alhamdulillah sudah menjadi bangunan yang kokoh yang bisa menampung para santri untuk belajar dengan nyaman dan aman. Saya berterima kasih serta doa semoga ACT serta para donatur diberikan kesehatan serta keberkahan dari Allah” ungkap Tatang. []


Bagikan