Pesawat Kemanusiaan ACT Turut Pulangkan Pengungsi Wamena ke Makassar

Sebanyak 100 warga Wamena diberangkat menggunakan empat penerbangan dari Bandara Sentani di Jayapura.

Pesawat Kemanusiaan ACT Turut Pulangkan Pengungsi Wamena ke Makassar' photo
Pengungsi Wamena bersiap menuju Makassar di Bandara Sentani, Jayapura, Ahad (6/10). Sebanyak 100 orang pengungsi akan diberangkatkan menuju Makassar menggunakan empat penerbangan komersil oleh Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAYAPURA – Masuk dua pekan pascakonflik sosial di Wamena, Jayawijaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulangkan pengungsi asal Sulawesi Selatan pada Ahad (6/10). Mereka merupakan pengungsi dari Wamena yang beberapa pekan ini menempati pengungsian yang tersebar di beberapa titik di Sentani, Jayapura. Menggunakan pesawat dari Sentani, pengungsi akan mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar di hari yang sama.

Sebanyak 100 warga Wamena akan berangkat menggunakan empat penerbangan dari Bandara Sentani di Jayapura. Pengungsi ini merupakan warga Wamena asal Sulsel. Penerbangan ratusan warga Wamena tersebut yang digunakan merupakan penerbangan komersil.

Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Penanganan Tragedi Wamena mengatakan, penerbangan warga Wamena ke Makassar merupakan implementasi dari program Pesawat Kemanusiaan. Dalam program ini, ACT berkolaborasi dengan sejumlah maskapai komersil untuk bantuan kepulangan warga terdampak konflik. “Sebelumnya ACT telah memulangkan ratusan warga Wamena asal Sumatra Barat, dan sekarang kami memulangkan warga Wamena asal Sulsel dengan beberapa penerbangan,” jelasnya, Ahad (6/10) ketika melepas keberangkatan pengungsi ke Makassar.


Pengungsi Wamena di Jayapura bersiap menuju Bandara Sentani, Ahad (6/10). (ACTNews/Eko Ramdani)

Penerbangan dijadwalkan dimulai sejak pukul 07.45, 07.55, 12.45 dan 11.50 WIT. Setidaknya dalam waktu dua jam mereka akan tiba di Makassar dan akan menuju kediaman keluarganya masing-masing di beberapa kabupaten dan kota di Sulsel.

Tak hanya pesawat tujuan Makassar, ACT pada Senin (7/10) mendatang juga akan menerbangkan pengungsi konflik sosial Wamena dengan tujuan Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur. Mereka merupakan warga Wamena asal Jatim yang sudah dua pekan ini menempati beberapa pusat pengungsian di Sentani, Jayapura. 

Wahyu menambahkan, selain menggunakan pesawat, ACT juga akan memulangkan pengungsi konflik sosial Wamena menggunakan Kapal Kemanusiaan pada Rabu (9/10) mendatang. “Rabu nanti akan ada kapal dari Jayapura yang membawa pengungsi dengan tujuan pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar lalu menyelesaikan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jatim. Kapal akan membawa seribu pengungsi dari Wamena,” imbuh Wahyu.

Saat ini, konflik sosial di Wamena berangsur mereda, namun warga yang masih bertahan di salah satu distrik di Jayawijaya itu diminta tetap waspada. Kedatangan pengungsi menggunakan pesawat hercules milik TNI dari Wamena ke Sentani juga masih terlihat. Mereka akan menempati pengungsian yang tersebar di Jayapura.

Selain mengirimkan warga Wamena ke kampung halamannya masing-masing, ACT juga terus memenuhi kebutuhan mereka berupa makanan siap santap dari dapur umum untuk pengungsi yang masih bertahan di Jayapura. Tak hanya itu, pelayanan kesehatan juga terus dilakukan oleh tim medis ACT. []

Bagikan

Terpopuler