Petani Cianjur Binaan LPW Nikmati Hasil Panen Raya

Panasnya kemarau tak menyurutkan semangat petani di Sindangsari, Ciranjang, Kabupaten Cianjur untuk memanen hasil tanamnya. Di atas lahan Lumbung Pangan Wakaf, tanaman yang mereka tanam sejak beberapa bulan lalu masuk masa panen. Hasilnya, ratusan jiwa menikmati hasilnya.

Petani Cianjur Binaan LPW Nikmati Hasil Panen Raya' photo

ACTNews, CIANJUR Guratan senyum terlihat dari warga Kampung Nyalindung, Desa Sindangsari, Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (3/7). Sambil menggenggam sepaket beras seberat 5 kilogram, mereka berbahagia di hari itu.

Sebanyak 53 kepala keluarga di Nyalindung mendapatkan beras yang baru saja dipanen di hari sebelumnya. Beras ini ditanam di lahan pertanian warga binaan Lumbung Pangan Wakaf dari Global Wakaf.

Adi Nurdiansyah dari tim Global Wakaf Jawa Barat, Rabu (3/7), mengatakan, 53 dari 70 KK yang tinggal di Nyalindung kondisi perekonomiannya masih dalam tahap prasejahtera. Walau mereka bekerja sebagai buruh tani, kebutuhan pangan masih belum sepenuhnya tercukupi. “Hasil panen pertama dari LPW ini seluruhnya didistribusikan untuk masyarakat,” jelasnya.


Panen raya oleh petani binaan LPW di Cianjur ini merupakan yang pertama setelah berada di bawah pengelolaan Global Wakaf. Sebanyak 15 keluarga petani terlibat dalam proses panen raya tersebut.

Gabah yang dihasilkan di panen pertama ini mencapai berat 8 kuintal dari lahan sawah seluas 1.800 m2. Angka ini terbilang tinggi dibandingkan hasil panen di lahan sawah lain di Desa Sindangsari. Kekeringan di awal kemarau ini menjadi penyumpang utama kurang maksimalnya hasil panen. “Sudah lama di daerah sini tidak turun hujan, ini berpengaruh pada lahan persawahan masyarakat,” tambah Adi.

Proses panen raya dilakukan di lahan LPW. Teriknya panas tak menjadi penghalang 15 KK untuk memanen hasil tanamannya. Hasil panen pertama ini tak dijual, tapi dibagikan ke masyarakat prasejahtera di desa tempat LPW berada.[]

Bagikan