Petani di Gaza Terima Bantuan Modal Pertanian dari Dermawan Indonesia

Untuk membantu usaha pertanian di Palestina, Aksi Cepat Tanggap menyalurkan sedekah Dermawan Indonesia berupa Wakaf Modal Usaha Pertanian di wilayah Seasfire, Timur Jabalia. Kawasan ini sangat berdekatan dengan wilayah okupasi Israel, dengan jarak hanya 400 meter.

Petani Jabalia penerima bantuan Wakaf Pertanian dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Sedekah Dermawan Indonesia mewujud bantuan modal usaha bagi petani di Timur Jabalia, Gaza. Tahap awal, bantuan ini diberikan kepada dua petani, Ata Nabhan dan Atef Alhajj, pada Maret lalu.

Said Mukaffiy dari Global Humanity Response-ACT menjelaskan, bantuan modal pertanian yang diberikan berupa bibit tanaman. Kepada Ata Nabhhan, diberikan 40 bibit zaitun sedangkan kepada Atef Alhajj diberikan 40 bibit zaitun, 1/5 kg bibit ketimun, dan 1/5 kg bibit labu.

“Mereka memiliki lahan kosong di perbatasan Israel dan Palestina seluas satu hektare. Kami berharap, bantuan modal usaha mikro berupa modal tanam ini memperkuat semangat petani Palestina menghadapi agresi Israel yang berulang kali merusak tanaman petani,” kata Said.

Lebih lanjut, kata Said, bantuan modal usaha untuk para petani ini bukan hanya memberikan bibit, tetapi juga dilakukan pendampingan. Buah zaitun akan dipanen setelah empat tahun, kemudian olah menjadi minyak, dan dijual.  

“Jika sudah lebih banyak penerima manfaat, insyaallah, program wakaf pertanian juga akan memperkuat komunitas secara sosial dan ekonomi. Sebab itu, kami berharap dukungan dari para wakif Indonesia,” ujar Said.[]