Petani di Kalbar Tingkatkan Produktivitas Lahan Melalui Wakaf Sawah Produktif

Setelah sejumlah pendampingan yang diperoleh, Abdulu Aziz, seorang petani penerima manfaat Wakaf Sawah Produktif di Desa Sungai Paduan, Kalimantan Barat, berharap dapat memaksimalkan potensi lahan yang ia kelola.

bantuan petani
Lahan Aziz seluas satu hektare saat ini, mampu panen sekitar satu tahun sekali. (ACTNews)

ACTNews, KAYONG UTARA – Cukup berbeda dengan petani di Pulau Jawa, para petani di Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, masih mengolah lahannya secara manual. Selain itu, waktu semai padi mereka pun lebih panjang. Jika di Pulau Jawa padi ditanam sekitar 15-20 hari setelah semai (HSS), petani di Desa Sungai Paduan rata-rata lebih dari satu bulan, bahkan sampai dua bulan.

Sementara dari segi tanah masih terbilang baik, karena mereka tak pernah menggunakan sarana produksi (saprodi) pertanian yang membahayakan tanaman. Walaupun demikian mereka masih membutuhkan dukungan untuk memaksimalkan keterampilan petani yang ada. Demikian menurut Abdulu Aziz, salah seorang petani di desa tersebut.

“Yang diperlukan di sini adalah pembinaan untuk masyarakat dalam mengolah lahan. Mulai dari pemilihan penggunaan bibit unggul, agar produktivitas sawah meningkat. Karena selama ini, dalam satu tahun hanya satu kali panen. Dibandingkan dengan di Pulau Jawa, satu tahun bisa dua sampai tiga kali panen,” ucap Aziz pada Jumat (18/9/2021) lalu.


Setelah panen, lahan Aziz seluas satu hektare, biasanya lahan akan menganggur selama tujuh bulan dalam satu tahun untuk menunggu musim hujan. Rumput liar sampai memenuhi lahan dalam waktu jeda tersebut. “Seperti proses hari ini, yakni melakukan proses penyemprotan rumput dan penyemaian bibit,” kata Alumni program Santri Taruna Tani (Santani) ini.

Global Wakaf-ACT membantu lahan milik Aziz pada musim tanam tahun ini lewat program Wakaf Sawah Produktif. Dengan wakaf tunai dari para dermawan, Aziz mendapatkan bantuan sejumlah sarana produksi tani pertanian untuk terus mendorong hasil panennya tahun ini.

Aziz pun merasa terbantu dengan program ini. Ia sempat merasakan pendampingan langsung di lahan percontohan Wakaf Sawah Produktif di Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Tengah. Bersama dengan pendampingan yang didapatkan, ia berharap dapat memaksimalkan lahannya sendiri. Sebagaimana lahan-lahan Wakaf Sawah Produktif di Pacet yang pernah ia garap.

“Mudah-mudahan saya bisa menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi pembudidayaan yang telah saya dapat di lahan ini. Semoga juga dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, dan mudah-mudahan dapat membawa keberkahan pagi kehidupan para petani di sini,” harap Aziz.[]