Petugas Medis di Bandung Dapatkan Dukungan Pangan dari Dermawan Indonesia

ACT Jawa Barat mendistribusikan sebanyak 200 paket makanan untuk para petugas medis yang tengah berjibaku melawan virus corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung pada Selasa (24/3) lalu.

Serah terima bantuan kepada pihak petugas gizi RS Hasan Sadikin . (ACTNews/Oby)

ACTNews, BANDUNG - ACT Jawa Barat dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bandung mendistribusikan 200 paket makanan untuk petugas medis yang berjuang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung. Ratusan paket makanan yang diantarkan pada Selasa (24/3) lalu ini, diterima oleh Tim Gizi RSHS dan langsung didistribusikan kembali kepada para perawat serta elemen petugas medis di rumah sakit.

Pendistribusian bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari program Operasi Pangan Gratis. ACT bersama Rachel Vennya, Kitabisa.com, dan para dermawan Indonesia berkolaborasi untuk membantu para pejuang medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Bantuan ini adalah urunan dari masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, hari ini kita bisa mendistribusikan 200 paket makanan untuk para petugas medis yang terus berjuang menangani virus corona. Semoga bantuan ini bermanfaat dan terus berlanjut hingga pandemi ini berakhir,” kata Adi Adi Nurdiansyah, Kepala Koordinator Progam ACT Jawa Barat.

Kegiatan Operasi Pangan Gratis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mendapatkan respons positif dari pihak rumah sakit. “Kami berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan makan siang gratis bagi kami,” ungkap Mahmudah, Kepala Bagian (Kabag) Umum RSHS.


Proses pengemasan bantuan makanan siap saji. (ACTNews/Oby)

Adi juga mengatakan, selain logistik saat ini para petugas medis sangat membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD). Jumlah APD saat ini masih belum mencukupi, sementara petugas medis harus terus bersiaga merawat pasien terinfeksi Covid-19.

“Selain itu para pahlawan medis ini menjalankan fungsi yang begitu mulia yaitu berjuang untuk negara, agama, serta kemanusiaan. Untuk prioritas utama yaitu APD yang masih kekurangan dan tentunya sangat berbahaya bagi mereka serta rentan untuk terinfeksi,ujar Adi.

Selain untuk petugas medis, Operasi Pangan Gratis juga menyambangi setiap pengemudi angkutan daring di sekitar Kantor ACT Jawa barat  Jl. Lodaya, Kota Bandung pada Rabu (25/3) lalu. Operasi Pangan gratis untuk masyarakat ini bertujuan membantu mereka yang ekonominya juga terdampak akibat virus corona.


Akibat pandemi Covid-19, pesanan ojek online semakin menipis sehingga penghasilan mereka pun berkurang. Ada juga seorang pedagang kupat tahu pun mengalami pengurangan porsi pesanan. Mereka bukan tidak takut dengan Covid-19, tetapi bila mereka tidak bekerja di luar, mereka akan kekurangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” jelas Adi.

Selain Operasi Pangan Gratis, ACT Jawa Barat pun rutin melakukan penyemprotan disinfektan bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ke beberapa fasilitas publik. Aksi ini hadir karena ACT Jawa Barat ingin menciptakan lingkungan yang bersih serta aman untuk beribadah ataupun beraktivitas.

Mari bantu melawan Covid-19 bersama-sama, baik mendukung dalam pengadaan APD medis atau logistik bagi masyarakat terdampak. Buktikan kita sebagai bangsa para dermawan, mengikuti anjuran pemerintah dan selalu menyisihkan sedikit rezeki yang kita punya untuk sesama. Diri boleh di karantina, tapi kebaikan tak boleh sampai sirna,” pungkas Adi. []