PLN Batubara Peduli Perempuan Pelaku UMKM di Jakarta

“Kami berharap PLN Batubara dapat terus berkolaborasi dan sinergi dalam bidang kemanusiaan sesuai dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan mendukung pencapaian sasaran Sustainable Development Goals khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi”.

PLN Batubara dan ACT
PLN Batubara memberikan bantuan modal usaha kepada perempuan pelaku UMKM. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA PLN Batubara adalah salah satu Anak Perusahaan PT PLN (Persero) yang menyediakan batubara dalam penyediaan energi listrik di Indonesia, dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang Community Empowering. Kerjasama ini berupa pemberian bantuan modal usaha dan pelatihan di bidang kewirausahaan kepada perempuan pelaku UMKM di Jakarta Selatan.

Sekretaris Perusahaan PLN Batubara, Fanina Andini mengatakan, PLN Batubara mempercayai ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang berpengalaman dalam pengelolaan CSR secara profesional selain itu ACT juga merupakan mitra yang banyak bekerjasama dengan Perusahaan di lingkungan PLN Group.

“Kami berharap PLN Batubara dapat terus berkolaborasi dan sinergi dalam bidang kemanusiaan sesuai dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan mendukung pencapaian sasaran Sustainable Development Goals khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Fanina.

Fanina menambahkan, kerjasama ini juga menjadi bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB). Ia berharap, melalui KSBB ini, banyak UMKM yang bisa terbantu.

Manajer Kemitraan ACT Maspalah menjelaskan, kerjasama antara PLN Batubara dengan ACT telah diimplementasikan dengan memberikan bantuan modal dan pelatihan senilai Rp157 juta. Bantuan dana dan pelatihan diberikan kepada 10 pelaku UMKM di Jakarta.

“PLN Batubara telah membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 dengan program CSR ini. Kami berharap kerjasama terus berlanjut dan memberikan dampak yang besar kepada masyarakat, khususnya para ibu dan perempuan pelaku UMKM,” ujar Maspalah.[]