Polres Jember dan ACT Siap Kolaborasi Penanganan Bencana Kekeringan

Merespons bencana kekeringan yang masih melanda Jember, ACT dan Polres Jember siap berkolaborasi dalam penanganan bencana tersebut.

Polres Jember dan ACT Siap Kolaborasi Penanganan Bencana Kekeringan' photo
ACT Jember dan Kapolres Jember berfoto bersama seusai pertemuan untuk membahas kolaborasi penanganan bencana di Jember, Selasa (29/10). (ACTNews/Zainul M. Asror)

ACTNews, JEMBER – Kekeringan masih terus terjadi terutama di wilayah tapal kuda seperti Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Jember. Di Kabupaten Jember, ada 8 kecamatan yang masih rawan kekeringan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan, 8 kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Patrang, Arjasa, Sukowono, Ledokombo, Silo, Kalisat, Sukorambi, Kaliwates, dan Sumbersari. Lebih dari 10.000 warga di 8 kecamatan itu terdampak kekeringan.

Untuk itu, Polres Jember dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) segera melakukan langkah-langkah serta tindakan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih parah. Hal ini dibahas pada pertemuan antara Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dan Kepala Cabang ACT Jember M.R Warang Agung pada Selasa (29/10). Polres Jember dan ACT siap bersinergi dalam penanganan kebencanaan, termasuk kekeringan, yang ada di Jember secara berkelanjutan. 

M.R Warang Agung selaku Kapala Cabang ACT Jember menjelaskan, penanganan bencana di Jember perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascabencana. “Penanganan bencana perlu kita lakukan sejak dini, seperti melakukan kegiatan mitigasi bencana dan edukasi kepada masyarakat tentang potensi bencana di sekitarnya. Sehingga, kita bisa meminimalisir korban ketika bencana terjadi,” jelasnya.


ACT Jember secara berkala mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Jember. (ACTNews/ Zainul M. Asror)

Khusus untuk bencana kekeringan yang sedang melanda wilayah Jember dan sekitarnya, ACT Jember melakukan penanganan jangka pendek dan panjang. Untuk penanganan jangka pendek, ACT Jember mendistribusikan air bersih rutin ke wilayah krisis air bersih yang bekerjasama dengan BPBD dan PDAM Jember. Untuk penanganan jangka panjang, ACT Jember membangun sumur dan mengedukasi masyarakat tentang penggunaan air serta penyulingan air.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menyatakan, pembangunan sumur sebagai penanganan jangka panjang bencana kekeringan dinilai amat baik. Sumur atau pembangunan jaringan pipa air dapat dimanfaatkan warga secara berkelanjutan, sehingga dapat meminimalisir krisis air bersih.

Pihaknya bersama jajaran Polres Jember siap untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mengatasi masalah kekeringan di Sember serta bencana lainnya. Kesiapan ini termasuk menurunkan tim untuk melakukan survei calon wilayah terdampak yang membutuhkan sumur, salah satunya di wilayah Arjasa. “Kalau untuk masalah kemanusiaan dan sosial, kita tentu siap bersinergi, termasuk kekeringan ini. Kita bisa koneksikan dengan kapolsek-kapolsek yang berada di wilayah terdampak air bersih untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Alfian. []

Bagikan