Posko Kemanusiaan ACT Layani Korban Banjir Konawe

Warga masih sangat membutuhkan bantuan keperluan pokok, seperti makanan siap saji dan keperluan sanitasi.

Posko Kemanusiaan ACT Layani Korban Banjir Konawe' photo

ACTNews, KONAWE UTARA - Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus membantu dan melakukan pelayanan kesehatan untuk korban banjir Konawe Utara pada Senin (10/6). Aksi kemanusiaan dimaksimalkan dengan pendirian Posko Kemanusiaan ACT hari itu juga, di Jalan Trans Sulawesi, Desa Mataiwoi, Kecamatan Andowia.

“Hari ini (10/6), tim melakukan aktivasi posko dan pembentukan struktur, aksi membersihkan rumah warga, persiapan aktivasi tiga dapur umum, dan pelayanan kesehatan di dua titik pengungsian,” terang Ketua Masyarakat Relawan Indonesia Sulawesi Utara (MRI Sultra) Aswar Samalia.

Aswar menjelaskan, aksi pada hari Senin berpusat di empat desa yang berada di Kecamatan Asera. Berdasarkan laporan Aswar, Kecamatan Asera menjadi wilayah yang parah terdampak banjir. “Warga sangat membutuhkan bantuan keperluan pokok, seperti makanan siap saji, pakaian, perlengkapan sanitasi, alas tidur, vitamin, dan pelayanan kesehatan,” katanya.




Menurut pengamatan tim di lapangan, anak-anak nantinya juga membutuhkan sejumlah perlengkapan sekolah. Buku dan alat tulis siswa di sana hanyut dan rusak terkena air bah.

Saat ini, ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah mengerahkan sejumlah personil. Para relawan antara lain didatangkan dari Jakarta, Konawe, Kendari, dan Kolaka.

Banjir sudah dua minggu melanda Konawe Utara. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah air sungai meluap. “Hujan yg terjadi selama dua hari menyebabkan dua sungai besar, Sungai Lalindu, dan Sungai Lasolo, meluap hingga merendam enam kecamatan yang mencakup 28 desa,” tambah Aswar.



Hingga Selasa (11/6), tercatat 58 rumah hanyut dan mencapai lima ribu warga mengungsi. Banjir di Kabupaten Konawe Utara merendam Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Oheo,  Kecamatan Langgikima, Kecamatan Wiwirano, Kecamatan Landawe. Hingga kini banjir masih menggenangi puluhan desa, Menurut laporan tim MRI-ACT, dua desa masih terisolir. Tim pun terus berikhtiar yang terbaik, baik dalam melakukan evakuasi, pelayanan kesehatan, dan distribusi logistik bagi korban banjir. []

Bagikan