Posko Kemanusiaan Layani Korban Banjir Bandang Masamba

ACT Sulawesi Selatan membuka posko kemanusiaan untuk melayani korban banjir bandang Masamba. Posko juga menjadi pusat koordinasi relawan sekaligus media para dermawan mengantarkan bantuan langsung.

Warga Kecamatan Masamba mulai memeriksa barang-barang yang tersisa di rumah mereka yang diterjang banjir bandang Senin (13/7) malam. (ACTNews)

ACTNews, LUWU UTARA – Aksi Cepat Tanggap  mendirikan posko kemanusiaan sebagai pusat informasi dan penyaluran bantuan untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (13/7). Posko Kemanusiaan Induk berada di kantor ACT Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar, sedangkan posko wilayah dibuka di tiga lokasi. Dua posko berada di Kecamatan Masamba, yakni di Jalan Muh Hatta depan Pasar Sentral Masamba dan di Jalan Rambutan, Kelurahan Baliase, sedangkan satu posko lagi di Kota Palopo, berada di Jalan Garuda No. 7C, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara.

Kepala Program ACT Sulawesi Selatan Andy Syurganda Haruna menerangkan, melalui posko kemanusiaan, koordinasi relawan dan distribusi bantuan diikhtiarkan lebih cepat diterima para korban. “Para dermawan di sekitar Makassar bisa langsung mengantarkan bantuan ke posko induk maupun posko daerah kami di Luwu Utara,” jelas Syurganda.

Banjir bandang meluluhlantakkan Masamba Senin (13/7) malam. Luapan Sungai Masamba dan curah hujan yang tinggi membuat rumah warga terendam air dan lumpur setinggi 1,5 meter. Banjir juga membawa material berupa gelondong kayu, sampah, dan lumpur.

Menurut laporan Syurganda, tangis histeris warga meminta pertolongan pada Senin malam membuat suasana semakin mencekam. “Di daerah Patambua misalnya, salah satu titik terdampak cukup parah, dilaporkan ada 38 orang hilang sementara sekitar 200 KK di Desa Meli mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Di antara warga yang hilang itu ada anak kecil berumur 8 tahun yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” lanjut Syurganda.

Menurut data dari tim Disaster Emergency Response ACT yang berada di lokasi bencana, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga berupa makanan siap saji, air bersih, perlengkapan sanitasi, selimut, sarung, pakaian, obat-obatan dan lain-lain.

“Hingga Selasa siang, sejumlah relawan turut membantu warga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Sedangkan, di pengungsian warga bertahan dengan kebutuhan dasar terbatas. Kami tengah upayakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, tentunya dengan kolaborasi berbagai elemen masyarakat,” pungkas Syurganda.[]