Posko Medis ACT Layani Korban Luka di Gaza

Posko Medis ACT Layani Korban Luka di Gaza

Posko Medis ACT Layani Korban Luka di Gaza' photo

ACTNews, GAZA - Hujan deras tidak juga menyurutkan semangat puluhan ribu warga Palestina untuk turun ke perbatasan Gaza dan mengikuti rangkaian aksi Great March of Return, Sabtu (30/3) lalu. Menurut Mohammed Al-Nouno, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di lokasi kejadian, berbagai lapisan masyarakat ikut meramaikan Great March of Return tahun ini. Selain pemuda, anak-anak dan perempuan turut serta di tengah-tengah aksi.

Tak jauh dari lokasi aksi Great March of Return, posko medis ACT telah berdiri guna memberikan pertolongan pertama bagi peserta aksi yang terluka. “Hari ini (30/3), diadakan peringatan satu tahun Great March of Return dan tuntutan penghentian blokade atas Jalur Gaza. Tim kami sudah siap untuk memberikan bantuan medis dan obat-obatan di posko medis di Gaza Timur,” tutur Al-Nouno, Sabtu (30/3).

 

Korban luka terus berdatangan di posko medis yang terletak di Gaza Timur. Beberapa di antara mereka mengerang karena luka yang didapat.

“Laki-laki yang mengalami luka ini akan dibawa ke tempat penanganan lanjutan. Kelihatannya dia menderita sakit yang luar biasa,” terang Al-Nouno, menunjuk korban luka yang tergeletak di atas kasur perawatan. Selang oksigen tertancap di hidungnya.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, posko medis ACT memberikan pertolongan pertama bagi korban luka selama tiga hari sejak Great March of Return berlangsung. Posko medis ACT tersebar di empat titik, yakni Gaza Timur, Jabalia Timur, Gaza Tengah, dan RS Al-Shifa.

“Posko beroperasi sejak 30 Maret hingga 1 April, fokus untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban luka. Peserta aksi yang mengalami cedera serius juga diberikan layanan medis lebih lanjut di rumah sakit, maupun kunjungan medis di rumah-rumah mereka,” terang Faradiba.

Selain layanan medis, Mobile Water Tank ACT serta Dapur Umum Indonesia turut hadir demi memenuhi kebutuhan pangan dan air bersih bagi rakyat Palestina yang terus berjuang lewat aksi Great March of Return.

Mengutip Al Jazeera, sekitar 40.000 warga Palestina mengikuti peringatan setahun aksi Great March of Return pada Sabtu (30/3) lalu. Sekitar 4 orang remaja gugur, sedangkan 207 orang lainnya terluka dalam aksi tersebut.

 

Seluruh perjuangan warga Palestina ini tidak lain adalah sebagai bentuk protes atas penjajahan Israel di tanah mereka. Aksi damai ini juga bertujuan memperingati Great March of Return perdana tahun lalu. Setelahnya, warga Palestina terus mengadakan aksi serupa setiap hari Jumat, dan semangat itu tak pernah surut hingga kini.

“Untuk menegaskan bahwa aksi ini merupakan aksi damai yang bertujuan agar bangsa Palestina bisa hidup dengan layak. Kami juga mengucapkan salam kepada Muslim Indonesia yang senantiasa membersamai kami,” tegas Al-Nouno. []

Bagikan